Analisis Determinan Tingkat Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Tahun 2014-2024
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Federal Funds Rate, Nilai Tukar, Indeks Harga Saham Gabungan, Jumlah Uang Beredar, Indeks Produksi Industri, Inflasi, Harga Minyak Dunia terhadap BI Rate. BI Rate ialah tingkat suku bunga acuan utama oleh perbankan serta lembaga keuangan di Indonesia dalam menentukan besarnya suku bunga pinjaman maupun simpanan bagi nasabah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan data time series bulanan dari tahun 2014 hingga tahun 2024 dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dalam penelitian ini diolah menggunakan software Eviews 12. Data dalam penelitian diperoleh dari publikasi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Perdagangan, Investing.com, dan Federal Reserve Bank of St. Louis. Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Federal Funds Rate berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap BI Rate dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek, yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap BI Rate, ditandai dengan peningkatan Federal Funds Rate yang akan direspons dengan peningkatan BI Rate. 2) Inflasi yang menggunakan persentase kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam jangka panjang berpengaruh positif signifikan terhadap BI Rate, namun tidak signifikan dalam jangka pendek, ditunjukkan dengan peningkatan inflasi yang meningkatkan BI Rate, yang mengindikasikan bahwa kebijakan moneternya bersifat forward-looking dalam merespons inflasi. 3) Harga minyak dunia berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang, namun sebaliknya dalam jangka pendek pengaruhnya tidak signifikan terhadap BI Rate, ditandai dengan shock harga minyak lebih berdampak secara struktural dibandingkan secara langsung.