<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Resiliensi Sebagai Mediator Antara Pemaafan dan Kecemasan pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Berpacaran di Usia Emerging Adulthood

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kekerasan dalam berpacaran merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh perempuan di usia emerging adulthood. Kekerasan yang dialami oleh korban meningkatkan risiko permasalahan terkait kesehatan mental salah satunya kecemasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencegah serta menurunkan kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam berpacaran di usia emerging adulthood dengan meninjau faktor-faktor protektif dari kecemasan. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa pemaafan dan resiliensi merupakan faktor-faktor protektif yang dapat mencegah terjadinya kecemasan pada individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi sebagai mediator antara pemaafan dan kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam berpacaran di usia emerging adulthood. Metode: Penelitian ini melibatkan 145 perempuan yang mengalami kekerasan dalam berpacaran di usia emerging adulthood dalam kurun waktu satu tahun terakhir dengan mengisi kuesioner [a] Skala HFS (Heartland Forgiveness Scale), [b] Skala Connor-Davidson Resilience Scale-10 (CR- RISC-10) [c] Depression Anxiety Stres Scale (DASS)- Anxiety) secara daring.Hasil: Hasil peneltian menunjukan bahwa bahwa resiliensi berperan sebagai mediator parsial pada perempuan korban kekerasan dalam berpacaran di usia emerging adulthood secara umum (E =- 0,029 p 0,022 95% CI = [- 0,233, -0.018 ]). Adapun penelitian ini memiliki implikasi terkait peningkatan kesehatan mental pada perempuan korban kekerasan dalam berpacaran di usia emerging adulthood.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By