<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Fenomenologi Sosiologis Terhadap Fatwa MUI tentang Larangan Salam Lintas Agama di Desa Sadar Kerukunan

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang larangan salam lintas agama menimbulkan kontroversi dalam kehidupan beragama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi tokoh agama terhadap fatwa tersebut serta dampaknya terhadap interaksi antarumat beragama di Kabupaten Sleman, khususnya di Padukuhan Kasuran sebagai Desa Sadar Kerukunan. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan fenomenologi sosiologi, melalui teknik wawancara mendalam dan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian tokoh Islam menganggap salam dalam Islam memiliki makna teologis yang tidak boleh dicampur dengan salam agama lain, sementara tokoh agama Kristen, Hindu, dan Buddha memandang salam lintas agama sebagai simbol toleransi dan persaudaraan. Selain itu, terdapat pula pandangan moderat yang menganggap salam lintas agama sebagai bentuk penghormatan sosial. Meskipun fatwa MUI telah dikeluarkan, praktik salam lintas agama tetap berlangsung dalam acara kenegaraan dan sosial. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan inklusif dan dialogis dalam menjaga kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, regulasi keagamaan perlu mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By