<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Variasi Perawatan Terhadap Sifat Mekanik Beton Geopolimer Berbasis Abu Sekam Padi dan Fly Ash

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Beton Geopolimer dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beton konvensional yang dapat mengurangi emisi karbon dioksida selama proses produksi semen portland. Beton geopolimer tersusun atas material kerikil, pasir, prekursor dan alkali aktivator. Prekursor yang digunakan berupa fly ash dan abu sekam padi. Fly ash yang digunakan berasal dari PLTU 2 Labuan, Provinsi Banten. Sedangkan, abu sekam padi berasal dari Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Abu sekam padi yang digunakan sebesar 8% dari berat total prekursor. Proporsi tersebut menghasilkan kuat tekan yang tinggi. Selain itu, penggunaan Alkali aktivator yang terdiri dari Na2SiO3 dan NaOH digunakan untuk mengaktifkan reaksi polimerisasi yang terjadi pada senyawa beton geopolimer. Perencanaan proporsi campuran menggunakan SNI 2834-2000 dengan perbandingan aktivator Na2SiO3 dan NaOH beturut-turut sebesar 4:2 terhadap proporsi air pada campuran. Molaritas digunakan sebesar 10 Molar pada larutan NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil optimum pada variasi perawatan terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas, serta kuat tarik belah beton. Variasi yang digunakan berupa perawatan suhu ruangan tertutup atap, perendaman air, dilapisi dengan karung goni basah, dan pemanasan suhu 80° celcius. Benda uji menggunakan silinder 15 cm dan tinggi 30 cm, umur pengujian 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan perawatan beton geopolimer berpengaruh terhadap kuat tekan. Semakin tinggi suhu perawatan yang digunakan, maka kuat tekan beton menjadi semakin tinggi. Kuat tarik belah memiliki hubungan terhadap kuat tekan dan suhu serta kelembapan yang dilakukan pada perawatan. Semakin tinggi suhu yang digunakan, maka kekuatan tarik belah yang didapatkan semakin tinggi sebanding dengan kekuatan tekan beton yang dihasilkan. Selain itu, pengujian modulus elastisitas pada perawatan beton berpengaruh terhadap hasil pengujian. Hasil pengujian modulus elastisitas percobaan memiliki nilai relatif kecil. Rasio percobaan dan teoritis dengan SNI 2847-2019 tidak relevan untuk beton geopolimer, sehingga digunakan rasio percobaan dengan teoritis menggunakan persamaan (Tempest, 2010) dengan nilai rasio rata-rata pada semua variasi sebesar 15,84%. Perawatan beton geopolimer yang optimum terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton, serta kuat tarik belah beton terdapat pada metode dengan pemanasan pada suhu 80 o celcius. Metode perawatan yang dilakukan, memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 38,99 MPa, dengan modulus elastisitas percobaan sebesar 15229,41 MPa. Selain itu, kuat tarik belah rata-rata sebesar 2,33 MPa dengan rasio terhadap kuat tekan rata-rata sebesar 5,98%.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By