<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Relokasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan Melalui Pendekatan Bangunan Sehat Guna Mendukung Proses Rehabilitasi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas IIA Pekalongan merupakan lapas yang terletak di Jl. Wr. Supratman No.106, Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Banjir yang terus menerus melanda wilayah tersebut berdampak pada kerusakan bangunan serta mengganggu kondusivitas lapas. Upaya relokasi dipilih sebagai bentuk mitigasi serta upaya perbaikan dan modernisasi lapas sehingga proses rehabilitasi dapat terus berjalan. Desa Larikan, Kecamatan Doro dipilih sebagai lokasi baru pembangunan lapas. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan bangunan lembaga pemasyarakatan yang berfokus pada aspek kesehatan berdasarkan konsep WELL Air (Udara) dan WELL Light (Cahaya) tanpa mengabaikan aspek keamanan bangunan dan standar sarana-prasarana bangunan. Metode yang digunakan pada perancangan ini berawal dari penelusuran isu hingga ditemukan variabelnya, dilanjutkan dengan penelusuran persoalan dan menganalisis hingga ditemukan parameter dan indikator untuk mengukur keberhasilan dari penggunaan konsep bangunan sehat pada perancangan ini. Tahap perancangan selanjutnya diikuti oleh penyelesaian masalah berupa tata ruang, tata massa, struktur, infrastruktur, fasad dan lanskap yang pada akhirnya mewujudkan sebuah konsep dan ditunjukan melalui gambar skematik. Selanjutnya hasil perancangan diuji dengan kesesuaian sarana keamanan bangunan, simulasi velux untuk mengetahui tingkat pencahayaan, dan simulasi CFD untuk mengetahui aliran udara dalam bangunan. Berdasarkan hasil perancangan, dihasilkan bangunan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan yang berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektar atau 21000 m2. Bangunan terdiri dari beberapa massa dan fungsi dengan luas lantai dasar 6500 m2 (KDB 31%). Bangunan dilengkapi dengan beberapa sarana terkait keamanan bangunan seperti pintu, pagar, dan pos-pos penjagaan sesuai dengan ketentuan atau standar. Berdasarkan hasil pengujian penghawaan alami melalui software CFD, di dapatkan bahwa skematik bangunan mempunyai tingkat penghawaan yang baik dengan kecepatan aliran udara dalam ruang antara 0,5 m/s hingga 1 m/s. Hasil simulasi terkait pencahayaan alami melalui software velux juga menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami sudah sesuai dengan kebutuhan ruang.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By