Potensi Carrier Kompos Sebagai Media Mikroorganisme untuk meningkatkan Produktivitas Tanah Pasca Tambang Timah
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Tanah bekas tambang timah merupakan tanah yang telah tercuci karena proses penambangan sehingga menghilangkan liat, bahan organik, menurunkan aktivitas mikroorganisme, dan menyisakan tanah kaya fraksi pasir. Indonesia memiliki cadangan timah yang cukup besar dan sudah ditambang lebih dari 300 tahun. Aktivitas ini menyebabkan degradasi lahan dan menurunkan kualitas tanah, yang menghambat pertumbuhan tanaman. Untuk meningkatkan produktivitas tanah pasca tambang timah, perlu dilakukan soil conditioning dengan tambahan mikroorganisme dan bahan organik seperti kompos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh carrier kompos sebagai media mikroba terhadap pertumbuhan tanaman Eucalyptus sp. dalam meningkatkan produktivitas tanah timah dan untuk menginvestigasi pengaruh carrier kompos terhadap serapan kandungan nutrisi (P tersedia dan K), kadar logam berat (Fe dan Zn) dan pH pada tanah timah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga bulan Agustus 2022 dalam skala rumah kaca. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan standar error dengan membandingkan hasil ke 6 perlakuan berbeda terhadap pemberian mikroba (1 konsorsium, 2 konsorsium dan 3 konsorsium) ke tanaman dengan carrier kompos dan membandingkan dengan tanaman tanpa perlakuan (kontrol). Hasil dari penelitian yang didapat yaitu penggunaan carrie kompos sebagi media mikroorganisme dapat meningkatkan pH (H2O) tanah menjadi 7,022 dan pH KCl menjadi 6,125, kemudian mampu meningkatkan ketersediaan serapan fosfor dan kalium mencapai 2463,10 mg/kg dan 20.534,45 mg/kg, serta mampu memberikan pengaruh dalam mereduksi logam zn pada tanah.