<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perencanaan Struktur Gedung dengan Daktilitas Penuh dan Terbatas pada Kampus Terpadu Unit VII Blok-A Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

dc.contributor.authorRamadhian, Harry
dc.contributor.authorShubhan, Akhmad
dc.date.accessioned2019-02-13T03:04:54Z
dc.date.available2019-02-13T03:04:54Z
dc.date.issued2002
dc.description.abstractPerencanaan gedung bertingkat yang pernah direncanakan masih terbatas pada bangunan dua lantai dan menggunakan beton bertulang biasa. Padahal perencanaan gedung bertingkat lebih dari dua lantai memerlukan pemahaman mengenai tingkat daktilitas struktur, agar gedung bertingkat yang direncanakan dengan tingkat daktilitas tertentu mampu menghasilkan struktur yang dapat berprilaku secara elastis maupun inelastis dalam menahan beban dari dalam maupun dan luar struktur terutama beban gempa. Perencanaan akan membandingkan antara tingkat daktilitas penuh dan daktilitas terbatas dengan analisis beban gempa rencana adalah analisis beban statik ekivalen. Perencanaan dengan tingkat daktilitas terbatas mempunyai distribusi gaya gempa dasar dua kali lebih besar dibanding daktilitas penuh, sehingga momen rencana balok untuk daktilitas terbatas lebih besar daripada daktilitas penuh. Untuk daktilitas penuh tulangan geser mutlak ditahan oleh tulangan geser pada daerah sendi plastis, sedangkan daktilitas terbatas beton masih menyumbangkan setengahnya sepanjang d dari muka kolom. Pada daktilitas penuh momen aktual balok dikalikan faktor penambahan kekuatan yang bertujuan membentuk mekanisme strong column weak beam. Perencanaan gaya geser kolom untuk daktilitas penuh berasal dari momen kapasitas pada ujung- ujung balok sedangkan daktilitas terbatas berasal dari gaya geser akibat beban gravitasi dan gempa terfaktor. Perencanaan dengan konsep daktilitas terbentuknya sendi plastis pada ujung kolom sangat dihindari, maka pendistribusian momen perlu memperhatikan pengaruh beban dinamis dengan mengalikan faktor pembesaran dinamis Hasil perencanaan dengan membandingkan daktilitas penuh dan daktilitas terbatas tersebut, akan menunjukkan bahwa dengan menggunakan dimensi yang sama tulangan tranversal yang diperlukan pada daktilitas terbatas lebih banyak dibanding daktilitas penuh, akan tetapi tulangan longitudinalnya lebih sedikit. Secara keseluruhan juga dapat dilihat bahwa volume tulangan yang diperlukan pada daktilitas terbatas lebih banyak dibanding daktilitas penuh.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/13564
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerencanaan Struktur Gedungen_US
dc.subjectDaktilitas Penuh dan Terbatasen_US
dc.subjectKampus Terpadu Unit VII Blok-A Universitas Islam Indonesia Yogyakartaen_US
dc.titlePerencanaan Struktur Gedung dengan Daktilitas Penuh dan Terbatas pada Kampus Terpadu Unit VII Blok-A Universitas Islam Indonesia Yogyakartaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
94310114 Harry Ramadhian - 94310285 Akhmad Shubhan.pdf
Size:
10.68 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
94310114 Harry Ramadhian - 94310285 Akhmad Shubhan-2.pdf
Size:
200 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: