Studi Etnomedisin Pada Praktik Pengobatan Tradisional Berdasarkan Warisan Kepercayaan Masyarakat di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang : Indonesia memiliki 25.000–30.000 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. RISKESDAS 2018 menunjukkan 16,9% masyarakat Jawa Tengah memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pengetahuan etnomedisin berisiko hilang karena diwariskan secara lisan dan dipengaruhi budaya serta kepercayaan masyarakat. Hingga saat ini belum terdapat penelitian etnomedisin di Desa Karanganom, Klaten. Tujuan : Mengetahui jenis, pengolahan, pemanfaatan tumbuhan obat, dan sistem kepercayaan dalam praktik etnomedisin masyarakat Desa Karanganom. Metode: Penelitian campuran dengan pendekatan etnomedisin melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan parameter Use Value (UV), Informant Consensus Factor (ICF), dan Fidelity Level (FL). Hasil : Ditemukan 52 spesies tumbuhan obat dari 25 famili yang didominasi Zingiberaceae. Jahe memiliki UV tertinggi (0,78), sedangkan kencur memiliki FL tertinggi untuk batuk (78,12%). Nilai ICF tertinggi (1,0) ditemukan pada keputihan, nyeri haid, panu, dan iritasi mata. Cara pengolahan paling umum adalah merebus. 14 spesies tumbuhan obat digunakan dalam ritual kepercayaan, dengan kelor paling banyak disebut. Kesimpulan :Pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Karanganom menunjukkan adanya perpaduan antara aspek medis dan spiritual yang masih diwariskan turun- temurun.