Evaluasi dan Redesain User Interface dan User Experience dengan Metode A/B Testing pada Aplikasi Prime Video Mobile
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada masa pandemi, Indonesia mengalami perkembangan penggunaan internet salah satunya dalam dunia hiburan. Tingkat peningkatan ini mencapai 78,19%. Hiburan yang disukai masyarakat Indonesia pada masa pandemi adalah menonton film atau serial TV. Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan streaming film secara online adalah Prime Video. Prime Video adalah salah satu aplikasi streaming film atau serial TV yang dikembangkan oleh Amazon pada tahun 2006. Berdasarkan data di Play Store untuk aplikasi ini, rating yang didapat adalah 3.5 dari 5. Menurut beberapa review dari pengguna, pengguna merasa kesulitan untuk melakukan login dan mengeluhkan tentang UI aplikasi yang buruk. User Interface adalah tampilan dari sebuah produk seperti warna, tata letak, dan tulisan yang berfungsi menghubungkan sistem dengan pengguna atau user. User Experience adalah suatu experience atau pengalaman yang muncul dari pengguna yang telah menggunakan suatu produk atau aplikasi yang telah dikembangkan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai usability dan user satisfaction dari aplikasi Prime Video dengan melalukan evaluasi dan redesain aplikasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode A/B Testing, merupakan suatu metode yang digunakan dengan cara membandingkan sekaligus menguji 2 buah versi suatu produk atau aplikasi. Setelah dilakukan wawancara, diperoleh hasil bahwa aplikasi ini masih memiliki beberapa kekurangan di bagian user interface dan user experience. Setelah dilakukannya uji SUS kepada 5 responden terhadap aplikasi Prime Video, aplikasi ini mendapatkan skor 65.5 dan mendapatkan predikat Buruk. Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan proses selanjutnya adalah proses redesain, proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan permasalahan sebelumnya. Setelah dilakukan redesain maka aplikasi akan diujikan kembali kepada responden. Dari pengujian kembali aplikasi yang telah diredesain, diperoleh hasil wawancara bahwa aplikasi telah dapat mengatasi masalah sebelumnya, pada hasil uji SUS aplikasi juga mendapatkan peningkatan dengan hasil 81.5 dan mendapatkan predikat Sangat Baik. Dapat disimpulkan bahwa metode A/B Testing dapat membantu peneliti untuk melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi peningkatan untuk aplikasi. Penelitian ini juga menghasilkan sebuah rancangan desain yang dapat dijadikan rekomendasi untuk meningkatkan nilai usability aplikasi.