<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Kinerja Simpang 4 Apill Jlagran Lor Akibat Pengaruh Pedestrianisasi di Kawasan Malioboro

dc.Identifier.NIM20511326
dc.contributor.authorSambujo, Muhammad Bintang Satria
dc.date.accessioned2025-03-07T02:25:17Z
dc.date.available2025-03-07T02:25:17Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractMenurut Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2024 tentang sumbu filosofi Yogyakarta, Malioboro sebagai kawasan pedestrian penuh, yang akan menghilangkan kendaraan bermotor dari jalan tersebut. Salah satu simpang yang diperkirakan akan mengalami kemacetan akibat pedestrianisasi di Jl. Malioboro adalah simpang 4 APILL Jl. Jlagran Lor, karena adanya pengalihan volume kendaraan yang sebelumnya menuju Malioboro, kini harus melewati Jl. Jlagran Lor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kondisi eksisting dan mencari alternatif solusi pasca pedestrianisasi di simpang tersebut. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan PKJI 2023 dan dimodelkan dengan VISSIM hingga valid. Hasil perhitungan berdasarkan PKJI 2023 dibandingkan dengan pemodelan VISSIM untuk mencari alternatif solusi peningkatan kinerja simpang. Berdasarkan PKJI 2023, didapatkan nilai derajat kejenuhan 0,983 di Utara, 0,492 di Timur, dan 0,995 di Barat. Tundaan simpang eksisting adalah sebesar 145,489 det/smp. Tundaan simpang berdasarkan VISSIM adalah sebesar 52,802 detik/kendaraan. Panjang antrean berdasarkan VISSIM adalah 151,986 m di Utara, 101,319 m di Timur, 204,484 m di Selatan. Sedangkan, nilai derajat kejenuhan pasca pedestrianisasi terjadi peningkatan di lengan timur menjadi 1,021. tundaan simpang pasca pedestrianisasi adalah sebesar 172,014 det/smp, tundaan simpang VISSIM adalah sebesar 98,445 detik/kendaraan. Panjang antrean berdasarkan VISSIM di Utara 505,394 m di Timur, dan 200,632 m di Selatan. Alternatif solusi yang digunakan adalah penyesuaian waktu siklus dari 114 detik menjadi 71 detik, pemberlakuan BKIJT di lengan timur, dan pengoptimalan hambatan samping. Nilai derajat kejenuhan mengalami penurunan drastis di lengan Timur menjadi 0,484. Nilai dari panjang antrean mengalami penurunan terutama pada lengan timur menjadi 444,837 m. simpang ini memiliki perubahan nilai tundaan menjadi 50,106 detik/kendaraan, sehingga didapatkan Tingkat pelayanan terbaru yaitu E.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/55090
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPKJI 2023en_US
dc.subjectVISSIMen_US
dc.subjectPanjang Antreanen_US
dc.subjectTundaanen_US
dc.subjectTingkat Pelayananen_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Simpang 4 Apill Jlagran Lor Akibat Pengaruh Pedestrianisasi di Kawasan Malioboroen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20511326.pdf
Size:
4.33 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: