Peran Kebermaknaan Hidup dalam Memoderasi Kesepian dan Kesejahteraan Psikologi Pada Mahasiswa Santri
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan menguji peran kebermaknaan hidup dalam memoderasi hubungan antara kesepian dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa santri. Mahasiswa santri, yang menjalani pendidikan tinggi sekaligus tinggal di pondok pesantren, kerap menghadapi tantangan adaptasi sosial, akademik, dan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 150 mahasiswa santri berusia 18–23 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi UCLA Loneliness Scale Version 3 (Russell, 1996), Skala
Kebermaknaan Hidup (adaptasi Bastaman, 1998), dan Ryff’s Psychological Well- Being Scale (Ryff & Singer, 2008). Analisis menggunakan PROCESS Macro
model 1 menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara kebermaknaan hidup dan kesepian (r = –0,215; p < 0,01), namun tidak ditemukan korelasi langsung signifikan antara kesepian dan kesejahteraan psikologis (p > 0,05). Hasil uji moderasi menunjukkan kebermaknaan hidup berperan signifikan dalam memoderasi hubungan antara kesepian dan kesejahteraan psikologis (B interaksi = –0,0185; p = 0,006). Analisis efek kondisional mengungkapkan bahwa pada tingkat kebermaknaan hidup tinggi, kesepian berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan psikologis (B = –0,2425; p < 0,001), sedangkan pada tingkat rendah dan sedang pengaruhnya tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kebermaknaan hidup menjadi faktor penting yang membantu mahasiswa santri menghadapi kesepian dan mempertahankan kesejahteraan psikologis, sehingga penguatan makna hidup dapat menjadi