Direct Selling dan Agent Get Agent Sebagai Strategi Utama Komunikasi Pemasaran Asuransi di Jogja
| dc.Identifier.NIM | 20321182 | |
| dc.contributor.author | Pratama, Muhammad Gigananda | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-21T03:12:45Z | |
| dc.date.available | 2024-10-21T03:12:45Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | PT AXA Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. AXA Indonesia aktif memberikan edukasi terkait pentingnya serta manfaat dari asuransi. Axa Financial Indonesia memiliki beberapa layanan atau jenis dari asuransi yaitu asuransi jiwa, kesehatan dan kritis. Oleh karena itu adapun fokus atau target dari penelitian ini yaitu mengetahui strategi ataupun metode pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan baik pemasaran secara langsung maupun pemasaran tidak langsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui observasi,wawancara mendalam, dan sumber tertulis yang kemudian dilakukan analisis menggunakan beberapa teori. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa AXA Indonesia menggunakan metode atau strategi pemasaran melalui pemasaran langsung serta pemasaran tidak langsung. Pemasaran langsung memiliki beberapa cara adapun diantaranya yaitu kolaborasi dengan event atau acara yang memiliki tujuan yang sejalan, kemudian melalui office, serta melalui agen pemasar. Walaupun di era revolusi industri yang sudah serba digital tetapi pada kasus asuransi, pemasaran utama tetap melalui metode direct selling atau secara langsung. Segmentasi yang ketat menjadikan target pasar asuransi Axa menjadi lebih spesifik dan tersegmentasi. Kemudian adapun pemasaran tidak langsung dilakukan melalui media internet serta melalui media sosial, media sosial mencakup instagram,facebook, twitter, dan youtube kemudian ada juga web web resmi yang hanya dijadikan sebagai branding.Selain itu, pemasaran tidak dilakukan secara besar besaran pada media sosial ataupun media internet karena tim media sosial AXA yang ketat serta dibawah pengawasan OJK yang harus mengikuti serta menerapkan peraturan yang telah diterapkan oleh OJK. Oleh karena itu media sosial dijadikan sebagai sarana edukasi serta branding Harapanya penelitian ini dapat menjadi imu yang bermanfaat serta menjadi wawasan tambahan bagi para pembacanya. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/52711 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Pemasaran | en_US |
| dc.subject | Agen Asuransi | en_US |
| dc.subject | Asuransi | en_US |
| dc.subject | Komunikasi | en_US |
| dc.subject | Pemasaran Langsung | en_US |
| dc.title | Direct Selling dan Agent Get Agent Sebagai Strategi Utama Komunikasi Pemasaran Asuransi di Jogja | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |