Pengetahuan, Persepsi, Sikap, dan Praktik Terkait Akal Imitasi (AI) Para Tenaga Kesehatan di Apotek Wilayah Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Perkembangan Akal Imitasi (AI) meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan, dan pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Namun, pemanfaatannya di Indonesia, khususnya di apotek, masih belum optimal. Pengetahuan, persepsi, dan sikap tenaga kefarmasian menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi AI dalam pelayanan kefarmasian. Tujuan: Menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik serta pengaruh antara pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap praktik penggunaan AI di Apotek wilayah Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian observasional kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas (α>0,60). Sampel diambil secara convenience sampling dan dianalisis menggunakan Chi-square dan Spearman untuk mengetahui arah korelasi, serta regresi logistik Firth untuk menilai pengaruh dominan terhadap variabel terikat. Hasil: Sebanyak 92 responden terlibat dalam penelitian ini. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (45%), persepsi positif (73%), sikap baik (79%), dan praktik AI masih rendah (58%). Korelasi spearman menunjukkan arah hubungan positif. Tidak terdapat pengaruh signifikan antara karakteristik dengan sikap (p>0,05). Sebaliknya, pengetahuan (AOR=4,25; CI=1,11-18,54), persepsi (AOR=5,23; CI=1,01-15,09) dan sikap (AOR=5,54; CI=1,11-54,84) berpengaruh signifikan terhadap parktik AI. Kesimpulan: Praktik penggunaan AI dipengaruhi oleh pengetahuan, persepsi dan sikap, bukan karakteristik responden. Meskipun ketiganya sudah baik, praktik masih rendah dan perlu ditingkatkan melalui pelatihan, dukungan fasilitas, dan pedoman yang jelas.