Analisis Kinerja Simpang Pasar Pakem dengan Metode PKJI 2023 dan Pemodelan PTV Vissim
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Simpang Pasar Pakem di Kabupaten Sleman merupakan simpang tiga dengan tingkat konflik lalu lintas tinggi, terutama karena lokasinya di kawasan komersial. Simpang ini terdiri dari Jalan Kaliurang di sisi Selatan dan Utara, serta Jalan Tempel–Pakem di sisi Barat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang dalam kondisi eksisting dan forecasting, serta mengkaji alternatif penanganan yang memungkinkan. Data primer yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, panjang antrean, tundaan, dan perilaku pengemudi, sedangkan data sekunder berupa jumlah penduduk. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan Vissim. Setelah model Vissim divalidasi, dilakukan analisis kinerja mencakup derajat kejenuhan, panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan. Hasil dari PKJI 2023 dan Vissim dibandingkan untuk menentukan solusi terbaik. Berdasarkan PKJI 2023, kondisi eksisting menunjukkan derajat kejenuhan 0,68, tundaan 11,67 det/smp, dan tingkat pelayanan B. Model Vissim menunjukkan derajat kejenuhan 0,59, tundaan 12,67 detik, serta antrean 41,83 m (Barat), 146,89 m (Selatan), dan 11,52 m (Utara), dengan tingkat pelayanan B. Pada kondisi forecasting, derajat kejenuhan meningkat menjadi 1,14, tundaan 33,68 detik, dan tingkat pelayanan D.Tiga alternatif solusi dikaji: pelebaran lajur 0,5 m, skema one way di lengan Selatan, serta kombinasi keduanya. Alternatif ketiga paling efektif, menurunkan tundaan menjadi 6,28 detik, derajat kejenuhan menjadi 0,73, serta meningkatkan tingkat pelayanan dari D menjadi B.