<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hiperbilirubinemia Sebagai Faktor Risiko Sensorineural Hearing Loss Pada Anak : A Scoping Review

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Sensorineural Hearing Loss (SNHL) adalah kelainan yang umum pada bayi baru lahir dengan dampak signifikan pada perkembangan bicara dan bahasa. Keterlambatan deteksi dapat menghampat kemampuan bicara, bahasa, dan prestasi akademik. Hiperbilirubinemia neonatal dapat menyebabkan jaundice dan berpotensi merusak sistem pendengaran memalui toksisitas bilirubin yang menembus sawar darah otak yang dapat mengakibatkan SNHL permanen. Oleh karena itu, deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dengan hiperbilirubinemia sangat penting menggunakan pemeriksaan Otoacoustic Emission (OAE) dan Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA). Metode: Sumber data menggunakan adalah orginal article, research article, atau systematic review menggunakan database Pubmed, Googole Scholar, Science Direct, dan Proquest. Artikel yang didapat diseleksi menggunakan diagram PRISMA-ScR. Hasil: Enam penelitian menunjukan bahwa hiperbilirubinemia pada anak meningkatkan risiko SNHL dengan tingkat keparahan bergantung pada kadar bilirubin dan faktor risiko lainnya. Beberapa studi mengindikasikan bahwa kerusakan permanen pada jalur pendengaran sering terjadi pada bayi dengan hiperbilirubinemia berat dengan kadar bilirubin lebih dari 20 mg/dl. Kesimpulan: Hiperbilirubinemia terbukti menjadi faktor risiko signfikan untuk SNHL. Sebagian bayi dengan hiperbilirubinemia menunjukan perbaikan pendengaran dan beberapa bayi dengan kadar bilirubin tinggi berisiko mengalami kerusakan permanen pada jalur pendengaran akibat toksisitas bilirubin yang merusak batang otak dan nuclei auditori.

Description

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By