Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (LPLT) di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kapanewon Ngemplak belum memiliki sebuah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), berdasarkan Permen PU No. 01/PRT/M/2014 apabila jumlah masyarakat yang telah memiliki tangki septik minimal 50.000 jiwa maka kawasan tersebut diwajibkan memiliki IPLT. Sehingga perencanaan pembangunan IPLT diharapkan dapat mencegah praktek pembuangan lumpur tinja ke lahan terbuka demi meminimalisir pencemaran air tanah. Metode perencanaan yang dilakukan adalah menghitung jumlah debit lumpur tinja yang dihasilkan penduduk lalu dari hasil tersebut direncanakan sistem pengolahannya. Berdasarkan hasil dari perencanaan ini didapat jumlah lumpur tinja yang dihasilkan penduduk adalah 46 m3
/Hari. Sistem Pengolahan yang digunakan untuk mengolah lumpur tinja direncanakan melalui Kolam Solid Separation Chamber (SSC), Kolam Anaerobic Baffled Reactor (ABR), Kolam Sludge Drying Bed (SDB), Kolam Fakultatif, Kolam Maturasi, dan Bak Disinfeksi. Dari hasil perencanaan, efluen yang dihasilkan yaitu BOD sebesar 2,1 mg/L, COD sebesar 27,88 mg/L, TSS sebesar 2,7 mg/L, dan total coliform sebesar 8,415 MPN/100 mL. Dimana nilai ini jika dibandingkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah maka telah memenuhi semua aspek baku mutu dan layak untuk dibangun.