Evaluasi Jaringan Trayek Trans Jogja Dengan Menggunakan Sistem Terminal Terpadu Di Kota Yogyakarta
| dc.Identifier.NIM | 11511092 | |
| dc.contributor.advisor | Rizki Budi Utomo | |
| dc.contributor.author | Mardiana Rizki | |
| dc.date.accessioned | 2021-03-08T04:08:34Z | |
| dc.date.available | 2021-03-08T04:08:34Z | |
| dc.date.issued | 2017 | |
| dc.description.abstract | Trans Jogja merupakan transportasi publik yang disediakan Pemerintah Daerah DIY dalam menanggulangi kemacetan di Kota Yogyakarta. Jalur angkutan perkotaan Trans Jogja saat ini terdapat 8 trayek yaitu Trayek 1A,1B,2A,2B,3A,3B,4A, dan 4B. Data Dinas Perhubungan DIY(2015) menunjukkan bahwa jumlah tingkat ketersediaan (load factor) masih 24,01% dan rata-rata headway 17 menit, maka perlu untuk dilakukan rekayasa ulang dengan merencanakan trayek baru Trans Jogja yang lebih efektif, dengan konsep terminal terpadu dan terintegrasi untuk memudahkan penumpang berpindah dan memilih rute lain. Penelitian ini berpedoman pada Keputusan Direktur JenderalPerhubungan Darat No.SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan PenumpangUmum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur (SK Ditjend 687/2002). Digunakan juga metode justifikasi dari lokasi atau wilayah yang berpotensi dilayani angkutan umum untuk merencanakan jalur baru Trans Jogja. Wilayah yang dilayani angkutan umum berupa tempattempat ramai seperti sekolah, perguruan tinggi, tempat perbelanjaan, perkantoran dan tempat bertukar moda transportasi (terminal bus, stasiun, kereta api, dan bandar udara) Analisis penelitian ini menghasilkan 17 trayek(A – Q) dan tempat pemberhentian atau halte sebanyak 228 titik.Jarak rata-rata setiap trayekyaitu 20,394 km, dengan asumsi rata-rata headway 10 menit, dan waktu sirkulasi 68,004 menit. Jumlah armada yang didapat yaitu 116 unit dengan jumlah armada terbanyak 10 unit pada jalur A dan B (1 dan 2). Trayek yang sedikit membutuhkkan armada yaitu pada trayek D dan G (4 dan 7) dengan jumlah armada sebanyak 4 unit. Rit terbanyak dalam sehari yaitu pada trayekD sebanyak 23 rit/hari dan yang paling sedikit pada trayek A dan B (1 dan 2) masing-masing 10 rit/hari. Terminal terpadu yang diusulkan berlokasi di Kawasan Stadion Kridosono, mengingat lokasi berada pada posisi sentraldengan luas kurang lebih 28.000 meter persegi.Pintu yang digunakan untuk arah masuk dan keluar bus dibedakan untuk menghindari penumpukan dengan pintu masuk berada disebelah Barat dan pintu keluar berada disebelah Timur.Jalur A sampai H yang melayani kawasan Perkotaan Yogyakarta sebelah Utara dapat diletakkan dibagianUtara stadion. Jalur I sampai Q melayani kawasan Perkotaan Yogyakarta sebelah Selatan dapat diletakkan dibagianSelatan stadion. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/27483 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Trans Jogja | en_US |
| dc.subject | angkutan umum | en_US |
| dc.subject | jaringan trayek | en_US |
| dc.subject | jumlah armada | en_US |
| dc.subject | terminal terpadu | en_US |
| dc.title | Evaluasi Jaringan Trayek Trans Jogja Dengan Menggunakan Sistem Terminal Terpadu Di Kota Yogyakarta | en_US |