<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

RUMAH SUSUN DAN KAWASAN WISATA KULINER DI BANTARAN SUNGAI KARANG MUMUS DENGAN PENDEKATAN WATERFRONT

Abstract

Penulisan ini melatar belakangi kepadatan penduduk di Kota Samarinda yang memicu adanya permukiman kumuh di bantaran Sungai Karang Mumus yang dahulunya merupakan salah satu sumber pencaharian masyarakat setempat dan juga sumber air, dan transportasi. Sekarang masyarakat kehilangan mata pencahariannya karena pencemaran dan kerusakan bantaran sungai dari penduduk itu sendiri dan banyak yang menjadi pedagang makanan di pinggiran jalan sekitar. Perlu adanya penataan kawasan yang mempertimbangkan hunian yang baik serta memberikan wadah untuk mata pencaharian masyarakat setempat yang memperhatikan lingkungannya, maka dibutuhkan rumah susun yang baik dan kawasan wisata kuliner yang dapat menampung masyarakat Sungai Karang Mumus. Dan untuk mengatasi lingkungan bantaran Sungai Karang Mumus memerlukan pendekatan waterfront yang merupakan strategi positif pada bangunan dan lingkungan sekitarnya, maka penulis bertujuan untuk merancang rumah susun layak huni dan wisata kuliner dengan pendekatan waterfront yang menggunakkan prinsipnya yaitu dengan memperhatikan orientasi bangunan yang menghadap air dengan menggunakkan metode sunearth dan meteoblue untuk menganalisis angin dan air. Serta menggunakkan metode analisis preseden pada bangunan khas arsitektur Dayak sebagai karakter visual bangunan. Selain itu mempertimbangkan struktur bangunan yang tepat pada tepi air dengan metode referensi struktur tepi air. Lalu menggunakkan metode survei ke site yang akan dirancang guna mendapatkan pengolahan lahan sebelumnya yang digunakan pada site tersebut. Sehingga didapat hasil rancangan hunian dan kawasan wisata kuliner yang layak, kokoh, serta memiliki karakter visual dan penataan lahan pinggir sungai untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By