Hubungan Antara Optimisme dan Quarter Life Crisis pada Fresh Graduate
| dc.Identifier.NIM | 21320171 | |
| dc.contributor.author | Putri, Shofi Arifah | |
| dc.date.accessioned | 2025-10-24T01:18:58Z | |
| dc.date.available | 2025-10-24T01:18:58Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Quarter Life Crisis merupakan fenomena psikologis yang umum dialami oleh fresh graduate yang berada dalam masa transisi menuju dunia kerja. Masa ini ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, serta tekanan sosial yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan quarter life crisis pada fresh graduate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 197 partisipan fresh graduate berusia 21-25 tahun yang belum bekerja dan telah lulus maksimal 2 tahun terakhir. Instrumen yang digunakan adalah Optimism Scale dan Developmental Crisis Questionnaire-12. Hasil analisis menggunakan korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara optimisme dan quarter life crisis (r = -0.504, p < 0.01). Artinya, semakin tinggi tingkat optimisme individu, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami quarter life crisis. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/58386 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Krisis Seperempat Abad | en_US |
| dc.subject | Lulusan Baru | en_US |
| dc.subject | Masa Transisi | en_US |
| dc.subject | Optimisme | en_US |
| dc.title | Hubungan Antara Optimisme dan Quarter Life Crisis pada Fresh Graduate | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |