<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perfomance Of Asphalt Concrete - Wearing Coarse Mixture With Glass Powder Filler Against Bekasi River Water Submersion

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Curah hujan musiman yang tinggi dan manajemen air yang tidak memadai menjadikan banjir sebagai permasalahan kronis di Indonesia. Salah satu kejadian banjir besar terjadi di Kota Bekasi pada awal tahun 2020 akibat luapan Sungai Bekasi yang diperparah oleh pencemaran industri. Infiltrasi kelembaban mempercepat kerusakan perkerasan aspal dengan menurunkan kekakuan dan kohesi. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi filler konvensional dengan serbuk kaca daur ulang (GP) yang kaya kandungan SiO2 terhadap kekuatan, durabilitas, dan karakteristik volumetrik campuran AC-WC dalam kondisi simulasi genangan banjir. Spesimen campuran aspal dengan kandungan GP sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% disiapkan sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Kadar aspal optimum ditentukan menggunakan metode Marshall dengan aspal penetrasi Pertamina Pen 60/70. Selanjutnya, spesimen direndam dalam air Sungai Bekasi selama 0, 24, dan 48 jam. Pengujian kinerja meliputi MS, ITS, IRS, TSR, dan CL. Hasil menunjukkan bahwa substitusi GP secara signifikan memengaruhi kekuatan struktural dan karakteristik volumetrik. Hingga 75% GP meningkatkan stabilitas, MQ, dan ITS serta menurunkan nilai flow. Pada tingkat 100% GP, seluruh parameter mengalami penurunan. Perendaman selama 24–48 jam menyebabkan penurunan nilai stabilitas, MQ, dan ITS serta peningkatan nilai flow. Substitusi GP juga meningkatkan nilai VFWA dan density, namun menurunkan VITM dan VMA, dengan penurunan paling signifikan pada 100% GP. Durasi perendaman tidak berdampak signifikan terhadap parameter volumetrik. Durabilitas menurun ditunjukkan oleh penurunan nilai IRS dan TSR seiring peningkatan kadar GP dan waktu perendaman, yang mengindikasikan meningkatnya kerentanan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Nilai CL tetap rendah kecuali pada 100% GP, namun meningkat dengan bertambahnya waktu perendaman, yang menandakan penurunan ketahanan terhadap degradasi. Tingkat substitusi optimum adalah 75% GP, namun hanya efektif hingga perendaman selama 24 jam.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By