<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Taman Budaya Bambu di Janturan Sleman dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sebagai salah satu sektor kerajinan bambu terbesar di Kabupaten Sleman, area kawasan Janturan belum terolah dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan pengelolaan tata guna lahan yang kurang tertata. Kondisi Sungai Sendari dan Embung Janturan pun masih kurang terjaga. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya sampah di sekitar kawasan sungai dan embung tersebut. Selain itu, penggunaan material bangunan yang semakin beraneka ragam menyebabkan material ekologis semakin ditinggalkan. Pendekatan arsitektur ekologis merupakan sebuah metode desain yang diterapkan dalam perancangan Taman Budaya Bambu guna menciptakan kesinambungan antara tata ruang dalam (bangunan) dan ruang luar yaitu lansekap. Kondisi alam Janturan yang kaya akan potensi ini akan lebih baik apabila diolah dengan tepat. Terlebih lagi keberadaan Embung Janturan yang dapat meningkatkan daya tarik wisata ke daerah tersebut. Dengan keselarasan antara bangunan dan alam ini diharapkan Kampung Janturan dapat lebih banyak mendatangkan para wisatawan baik domestik maupun asing. Sebagai tolak ukur dalam menilai keberhasilan suatu desain, rancangan Taman Budaya Bambu ini memerlukan diadakannya uji desain. Uji desain dapat menyesuaikan dengan variabel yang telah dipilih yaitu dari pendekatan arsitektur ekologis. Variabel desain antara lain area dasar hijau, penghematan energi, respon terhadap iklim, dan material lokal yang ekologis. Keempat variabel ini diharapkan dapat berkesinambungan guna menciptakan tata massa dan tata ruang yang mampu mengatasi segala permasalahan yang ada.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By