<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Selter Adaptif Bencana Gunung Merapi dengan Pendekatan Open Building Fungsi Hunian Sementara dan Pusat Komunitas di Cangkringan

dc.Identifier.NIM21512004
dc.contributor.authorTinatar, Lagar Wikan
dc.date.accessioned2026-06-10T04:55:01Z
dc.date.available2026-06-10T04:55:01Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractGunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan siklus erupsi berkala setiap 2-5 tahun yang menimbulkan ancaman tinggi bagi keselamatan jiwa, infrastruktur, dan kesehatan masyarakat. Namun, fasilitas pengungsian konvensional saat ini seringkali menghadapi masalah fundamental berupa sifatnya yang temporer, monofungsi, dan terbengkalai pascabencana karena kurangnya fungsi alternatif. Selain itu, barak eksisting memiliki defisiensi desain pada sistem ventilasi yang gagal menyaring abu vulkanik, kurangnya kenyamanan termal, serta pengabaian terhadap privasi dan kebutuhan psikososial pengungsi. rancangan ini mengusulkan MERKARTA (Merapi Karya Tangguh), sebuah selter adaptif di Kecamatan Cangkringan yang dirancang sebagai infrastruktur hibrida permanen. Tujuan utama perancangan ini adalah menciptakan solusi arsitektur yang mampu bertransformasi untuk melayani tiga fungsi vital sesuai fase bencana: Pusat Komunitas (prabencana), Selter Pengungsian (tanggap darurat), dan Hunian Sementara atau Huntara (pascabencana). Pendekatan perancangan menggunakan metode Open Building yang memisahkan bangunan menjadi dua sistem: Support (struktur utama permanen berupa fondasi, kolom, dan atap) dan Infill (komponen interior fleksibel seperti partisi modular). Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem Support yang kokoh berfungsi sebagai wadah aktivitas sosial-ekonomi harian warga (Pusat Komunitas), sementara sistem Infill memungkinkan transformasi cepat menjadi barak komunal maupun unit-unit Huntara privat yang menjamin privasi dan martabat manusia. Strategi selubung bangunan juga dirancang responsif dengan sistem filtrasi udara untuk memitigasi paparan abu vulkanik guna menjaga kesehatan pernapasan. Dengan demikian, MERKARTA menjadi simbol ketangguhan arsitektur yang resilien, fleksibel, dan berkelanjutan bagi masyarakat di lereng Merapi.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/63352
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSelter Adaptifen_US
dc.subjectOpen Buildingen_US
dc.subjectMerapien_US
dc.subjectHunian Sementaraen_US
dc.subjectPusat Komunitasen_US
dc.titlePerancangan Selter Adaptif Bencana Gunung Merapi dengan Pendekatan Open Building Fungsi Hunian Sementara dan Pusat Komunitas di Cangkringanen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21512004 (1-50).pdf
Size:
47.98 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21512004 (51-110).pdf
Size:
57.19 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections