Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pasien Balita Rawat Inap di Rs Mawaddah Medika Mojokerto Tahun 2020
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Diare merupakan penyakit infeksi yang banyak menyerang anakanak dan menjadi salah satu dari lima besar penyakit teratas yang banyak terjadi di Indonesia. Pada tahun 2020, prevalensi tertinggi penderita diare terjadi pada bayi dan anak-anak dibawah lima tahun. Diare terjadi disebabkan oleh infeksi agen penyebab diare dan berbagai faktor resiko lainnya. Faktor yang mungkin dapat menyebabkan diare diantaranya usia, jenis kelamin, status gizi, riwayat imunisasi, dan riwayat alergi susu formula. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pasien balita rawat inap di RS Mawaddah Medika Mojokerto tahun 2020. Metode Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control. Sampel penelitian ini diambil dari data rekam medis pasien balita rawat inap di Rumah Sakit Mawaddah Medika Mojokerto pada tahun 2020 dan 2021. Data yang terkumpul sebanyak 125 data untuk masing-masing kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Data yang didapatkan meliputi usia balita, jenis kelamin, status gizi, riwayat imunisasi dasar, dan riwayat alergi susu formula. Hasil analisis univariat ditunjukkan dengan tabel distribusi frekuensi dari masing-masing variabel. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p-value < 0,001) dan status gizi (p-value = 0,001) terhadap kejadian diare. Sedangkan antara jenis kelamin dan kejadian diare tidak didapatkan adanya hubungan yang signifikan (p-value = 0,613). Hasil analisis multivariat didapatkan hasil bahwa usia menjadi faktor resiko yang paling dominan dengan kejadian diare (Exp(B) = 4,422). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan status gizi terhadap kejadian diare dengan usia menjadi faktor yang paling dominan terhadap kejadian diare.