Konsep Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Masthuro
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wata'ala pada awalnya dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, kemudian Allah memberikan kepadanya pendengaran, penglihatan dan hati. Manusiapun dibekali suatu kemampuan yang disebut fitroh (potensi) yang dibawanya sejak lahir. Fitroh itu akan terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis, meskipun hal ini tidak lepas dari pengaruh lingkungan sekitar di mana ia berada. Pendidikan akhlak merupakan permasalahan utama yang selalu menjadi tantangan bagi manusia sepanjang sejarah kehidupannya di dunia. Manusia yang telah dibekali oleh Allah potensi itu, dilengkapi juga ruh dan akal, semestinya manusia bisa berfikir untuk apa ia diciptakan dan siapa yang menciptakan, karena pada asasnya manusia cenderung untuk mengenali Tuhannya. Akan tetapi karena lingkungan yang tidak baik hal ini akan berpengaruh terhadap akhlak individu. Dengan demikian sangatlah penting penerapan pendidikan akhlak pada anak-anak. Pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Masthuro, seorang pendidik hendaknya menjauhkan anak-anak dari perbuatan sia-sia, menghindari perbuatan dari tempat-tempat maksiat. Sehingga akan tercapai hasil pendidikan akhlak dengan mewujudkan pengabdian kepada Allah yang menjadi sebab utama kebahagiaan manusia. Disadari bahwa ada keterkaitan antara akhlak dan ibadah, seseorang bisa dikatakan berakhlak mulia, apabila ia mengimplementasikan ibadahnya, begitupun sebaliknya. Tujuan utama penelitian: (1) ingin mengetahui lebih lanjut konsep pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Masthuro yang dapat menghasilkan santri yang tawadhu dan mahabbah terhadap guru, (2) berusaha mendapatkan penjelasan mengenai penerapan nilai-nilai akhlak pada santri Al-Masthuriyah. Cakupan Penelitian meliputi: (1) konsep dasar manusia, (2) konsep dasar pendidikan, (3) konsep dasar akhlakt, (4) konsep dasar masyarakat. Metode Penelitian menggunakan metode observasi dan library research, objek penelitian buku-buku dan sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan keperluan penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan library research dan wawancara dengan guru di Yayasan. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan deduktif dan induktif. Kesimpulan penelitian: (1) konsep pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Masthuro dapat menghasilkan akhlak santri yang tawadhu dan mahabbah terhadap guru, (2) santri Al-Masthuriyah mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari di Yayasan Al-Masthuriyah. Kajian pendidikan akhlak yang dikemukakan K.H. Muhammad Masthuro dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan dalam studi-studi yang banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat muslim pada umumnya dan masyarakat akademik pada khususnya.