Pemaknaan Pernikahan oleh Waria Muslim di Pesantren Al- Fatah Yogyakarta: Studi Fenomenologis dalam Perspektif Kajian Hukum Keluarga Islam.
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini berangkat dari realitas sosial yang berada di Pesantren Waria Al- Fattah Yogyakarta, dimana praktik pernikahan sesama jenis di kalangan waria
muncul sebagai fenomena yang menantang batas-batas normatif hukum keluarga Islam di Indonesia. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana kelompok waria memaknai dan mempraktikkan pernikahan, serta bagaimana mereka menegoisasikan identitas gendernya di tengah sistem heteronormatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dan lensa teori performativitas gender Judith Butler, penelitian ini berupaya menangkap pengalaman subjektif para waria yang seringkali terpinggirkan dalam diskusi hukum formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi kelompok waria di Pesantren Al-Fattah, pernikahan bukan sekedar ikatan legal, melainkan sebuah “ruang performatif” untuk memvalidasi identitas feminim mereka. Praktik hubungan ini dilakukan melalui dua mekanisme utama: Pertama, sebagai bentuk afirmasi internal atas gender yang mereka pilih; Kedua, sebagai upaya menciptakan stabilitas sosial layaknya rumah tangga pada umumnya. Meskipun praktik ini secara formal bertentangan dengan hukum Islam dan Undang-Undang perkawinan di Indonesia, para informan membangun kontruksi “legalitas moral” sendiri sebagai dasar komitmen mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa performativitas gender dalam pernikahan waria merupakan bentuk subversi terhadap kategori biologis anatomis, yang sekaligus memperlihatkan adanya ketegangan mendalam antara realitas kehidupan subjektif dengan batasan hukum normatif-yuridis yang berlaku.