PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DESAIN PERPUSTAKAAN ABAD KE-21 Studi Kasus: Desain Perpustakaan Pusat Universitas Janabadra, Yogyakarta
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Semakin turunnya jumlah pengunjung perpustakaan terutama pada peralihan dari abad ke-20 ke abad ke-21 maka diperlukannya inovasi baru dalam mendesain suatu bangunan perpustakaan agar tetap menarik penggunanya. Dalam buku “Designing Libraries in 21st Century, 2016” dijelaskan tentang prinsip-prinsip desain perpustakaan abad ke-21 yang didasarkan pada berbagai sudut pandang, terutama pengguna perpustakaan dan juga dari rujukan preseden-preseden bangunan perpustakaan terbaik yakni: Almire Bibliotheek Library, The Saltire Library Center, Calgary Central Library, Halifax Central Library, Helsinki University Main Library. Dalam pengalaman magang, penulis mendapatkan tugas untuk mendesain Perpustakan Pusat Universitas Janabadra, Yogyakarta dengan konsep perpustakaan modern yang didasarkan pada studi preseden-preseden yang dipilih secara acak dan tanpa landasan. Untuk itu perlu adanya kajian yang berdasaran landasan yang benar terhadap desain Perpustakaan Pusat Universitas Janabadra agar dapat dikategorikan dalam desain perpustakaan abad ke-21. Sehingga dilakukanlah penelitian evaluasi desain dengan cara “cross check” prinsip-prinsip desain perpustakaan abad ke-21 yakni: accessibility, visibility, dan flexibility dari hasil studi preseden pada data desain Perpustakaan Pusat Universitas Janabdra. Dari hasil evaluasi desain Perpustakaan Pusat Universitas Janabadra untuk prinsip desain accessibility: 2 tolak ukur terpenuhi, 1 tolak ukur hampir terpenuhi, 2 tolak ukur tidak terpenuhi; prinsip desain visibility: 1 tolak ukur terpenuhi, 2 toalak ukur hampir terpenuhi, 2 tolak ukur tidak terpenuhi; prinsip desain flexibility: 2 tolak ukur terpenuhi dan 1 tolak ukur tidak terpenuhi.