STUDI KOMPARASI SIRKULASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PAYBACK PERIODE MALL DI YOGYAKARTA Studi Kasus: Hartono Mall dan Jogja City Mall
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persentase sirkulasi yang dimiliki oleh pusat perbelanjaan terhadap payback periode. Sirkulasi yang menjadi fokus penelitian adalah besaran sirkulasi atau persentasenya, dimana persentase sirkulasi akan dilihat dan dihubungkan dengan payback periode. Sirkulasi itu terjadi karena adanya susunan ruang-ruang didalam pusat perbelanjaan yang diantaranya terdiri atas retail pertokoan beserta fasilitas lainnya. Ruang-ruang disusun sedemkian rupa, sehingga secara tidak langsung membentuk sirkulasi bagi pengunjung. Peletakan magnet ruang dalam pusat perelanjaan menentukan sirkulasi yang merata dalam bangunan. Setiap pusat perbelanjaan memiliki presentase sirkuasi yang berbeda tergantung dari susunan ruangnya, karena sirkulasi ditentukan oleh susunan ruang. Hartono Mall dan Jogja City Mall memiliki sirkulasi yang berbeda, Jogja City Mall dengan sirkulasi linier Karena susunan ruang dari pertokoannya disusun secara deret berdasarkan sumbu horizontal (memanjang), sedang kan Hartono Mall dengan sirkulasi linier dinamis mengikuti bentuk massa bangunan, tetapi yang unik dari Hartono Mall dan Jogja City Mall yaitu memiliki susunan sirkulasi dan retail yang berbeda dengan masing masing konsepnya. Dilihat dari susunan ruangnya sirkulasi liner yang dimiliki oleh Jogja City Mall membuat pengunjung menjadi mudah mengakses reta-retail toko yang dituju dan Hartono Mall dengan sirkulasi yang dinamis. Magnet ruang pada bangunan Hartono Mall dilantai atas adalah bioskop CGV dan pusat electronic, untuk lantai bawah yang menjadi magnet ruangnya adalah toko grosir dan retail kebutuhan rumah tangga ACE Hardware dan ATM Center sedangkan Jogja City Mall dengan bioskop XXI dan berbagai anchor tenant yang banyak seperti Hartono Mall.