Pusat Perdagangan dan Pameran “Wisata” di Yogyakarta
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Suksesnya Negara Brunai Darussalarn penyelenggaraan pertemuan akbar pariwisata internasional "Asean Tuorism Forum" (ATF) yang ke 20, merupakan kebanggaaan dan peluang besar untuk mengadakan acara tersebut di Yogyakarta. Dan Yogyakarta juga akan di jadikan tuan rumah penyelenggaraan acara pariwisata ATF ke 21 merupahan tantangan dan potensi untuk peyelenggaraan dan realisasi dari pelaksanaan ATF. Perlunya tempat pameran untuk penyelenggaraan acara bertarap internasional seperti ATF sangat di butuhkan di Kota Yogyakarta, yang belum mempunyai tempat yang layak untuk acara-acara pertemuan, pameran yang bertarap internasional. Yang nantinya akan menjadi pusat dari perdagangan dan bisnis Yogyakarta. Yaitu daerah Janti yang akan menjadi dan dijadikaan kota satelit untuk kota Yogyakarta dimasa akan datang. Gudang yang representatif pada suatu kawasan sangat dibutuhkan untuk acara tersebut, dimana kemudahan pencapaian dan kenyamanan bangunan sangat dibutuhkan dengan gedung skala internasional tentunya. Disamping gedung yang representatif, Fleksibilitas dari fungsi gedung tersebut sangat penting untuk keperluan dan kepentingan yang masih saling terkait seperti pertemuan, perjamuan, konferensi, konvensi, seminar. Pusat perdagangan dan pameran wisata yang merupakan target dari pembangunan gedung ini, ditekankan masalah kenyamanan dan fleksibilitas ruang pada perencanaannya. Kenyamanan pada gedung pusat perdagangan dan pameran ini menekaankan pada masalah sirkulasi baik sirkulasi ruang luar maupun ruang dalam dan aspek kenyamanan gedung yang lain seperti Pencahayaan, penghawaan, warna ruang, skala ruang, suasana dalam ruang. Untuk fleksibilitas ruang pada gedung ini fleksibilitas hanya sebatas fleksibilitas ruang pamer saja yang bisa digunakan berbagai fungsi kegiatan denngan pola yang multi guna, layout dengan kemudahan serta penyekat ruang yang moveable. Penampilan bangunan dengan penampilan bangunan modern dengan penggabunagn elemen bangunan setempat seperti rumah panggung. Ekpresi bangunan yang modern serta pemasukan elemen budaya setempat sehingga terjadi keselasaran antara bangunan modern dengan derah setempat, juga sebagai fungsi pameran wisata skala internasional.