Implementasi Teori Psikososial Erik H. Erikson Pada Pembelajaran PAI untuk membentuk Kepercayaan Diri Siswa di SMA Negeri 2 Banguntapan D.I. Yogyakarta
| dc.Identifier.NIM | 22913089 | |
| dc.contributor.author | Nurcahyati, Ari | |
| dc.date.accessioned | 2025-02-20T06:37:19Z | |
| dc.date.available | 2025-02-20T06:37:19Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Masa remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan identitas diri. Teori Psikososial Erik Erikson, khususnya tahap identity vs identity confusion, sangat relevan untuk memahami perkembangan remaja. Penelitian ini berfokus pada implementasi teori Erikson dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri 2 Banguntapan yang telah menerapkan konsep sekolah ramah anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk implementasi teori psikososial Erik H. Erikson pada pembelajaran PAI dalam membentuk kepercayaan diri siswa serta menggali faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunkaan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini merupakan field research (penelitian lapangan). Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi, sedangkan analisis data mengikuti model analisis data induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teori Erik Erikson tertuang dalam pembelajaran yang ramah anak baik pada proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Guru PAI memberikan penguatan dan bimbingan kepada siswa untuk menemukan identitas dirinya dan mengatasi kebimbangan yang dialami remaja. Dengan mengintegrasikan teori Erikson ke dalam pembelajaran PAI, dapat memberikan pemahaman tentang kebutuhan psikologis remaja dan dapat dijadikan sebagai landasan dalam merancang pembelajaran yang efektif, terutama melalui penguatan akidah atau keimanan kepada Tuhan. Penerapan teori Erikson di sekolah ini menghadapi beberapa kendala, seperti beban kerja guru yang tinggi akibat kurikulum yang padat, waktu belajar yang terbatas, dan jumlah siswa dalam kelas yang banyak. Akibatnya, guru kesulitan memberikan perhatian individu kepada setiap siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menyarankan beberapa solusi, yaitu membuat kurikulum yang lebih fleksibel, memberikan pelatihan bagi guru, serta meningkatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/54906 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Teori Psikososial | en_US |
| dc.subject | Kepercayaan Diri | en_US |
| dc.subject | Pendidikan Agama Islam | en_US |
| dc.title | Implementasi Teori Psikososial Erik H. Erikson Pada Pembelajaran PAI untuk membentuk Kepercayaan Diri Siswa di SMA Negeri 2 Banguntapan D.I. Yogyakarta | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |