Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Bertingkat Banyak dengan Metode Analisis Pushover Berdasarkan Pedoman ATC-40 dan Fema 356 (Studi Kasus : Hotel Oakwood Yogyakarta)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan beberapa sejarah kejadian gempa, diantaranya gempa Mei 2006, Agustus 2004, Mei 2001, dan Juni 1992. Peristiwa gempa yg telah terjadi berdampak besar bagi masyarakat mulai dari korban jiwa hingga kerusakan infrastruktur bangunan, sehingga evaluasi terhadap kinerja struktur bangunan dalam menahan gempa perlu dilakukan. Penelitian ini dilakukan terhadap struktur Gedung Hotel Oakwood Yogyakarta dengan tinggi bangunan 10 lantai yang berfungsi sebagai hunian sementara dan berlokasi di Jalan A. M. Sangaji, Jetis, Yogyakarta. Dengan jarak yang sangat dekat terhadap pemukiman dan fasilitas umum seperti SD Negeri 1 Jetis, evaluasi kinerja struktur terhadap beban gempa menjadi penting untuk meminimalkan risiko keruntuhan serta menjamin keselamatan penghuni dan masyarakat sekitar. Analisis yang dilakukan dengan metode analisis statik non-linear pushover agar dapat menggambarkan beban gempa mendekati kondisi sebenarnya. Analisis pushover dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ETABS untuk mendapatkan kurva kapasitas, mekanisme sendi plastis, serta level kinerja struktur dengan pedoman penilaian ATC-40 dan FEMA 356. Output analisis pushover berupa kurva kapasitas menunjukkan nilai performance point berdasarkan pedoman ATC-40 arah X yaitu V = 17773,776 kN dan ! = 0,126 m dan arah Y yaitu V = 21340,786 kN dan ! = 0,106 m. Sedangkan berdasarkan pedoman FEMA 356 menunjukkan nilai performance point untuk arah X yaitu V = 17716,38 kN dan ! = 0,125 m dan arah Y yaitu V = 13841,35 kN dan ! = 0,031 m. Berdasarkan penelitian diperoleh level kapasitas struktur berdasarkan pedoman ATC-40 yaitu berada pada level Immediate Occupancy untuk arah X dan Y, serta berdasarkan pedoman FEMA 356 berada pada level Immediate Occupancy untuk arah X dan Y. Mekanisme sendi plastis yang terjadi pada struktur memenuhi prinsip SCWB (strong column weak beam) dimana sendi platis terbentuk terlebih dahulu pada elemen balok.