<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Transformasi Pendekatan dari Filantropi Tradisional Ke Filantropi Modern (Studi Pada Baznas Kota Kendari dan Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Praktik filantropi Islam di Kota Kendari mengalami pergeseran dari pendekatan tradisional menuju filantropi modern, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala kelembagaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk transformasi filantropi tradisional ke filantropi modern; (2) menganalisis tantangan dan hambatan dalam transformasi filantropi tradisional ke filantropi modern. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk menggali secara mendalam transformasi praktik filantropi islam di Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi filantropi Islam dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan empat level institusi menurut Oliver Williamson, yaitu: (a) social embeddedness yang berkaitan dengan nilai dan budaya masyarakat, (b) institutional environment yang mencakup aturan formal dan regulasi, (c) governance structure yang berkaitan dengan tata kelola kelembagaan, serta (d) resource allocation yang berfokus pada efektivitas dan efisiensi pengelolaan serta distribusi dana. Sehingga menunjukkan bahwa (1) BAZNAS Kota Kendari telah menunjukkan transformasi sudah mencapai level III (Governance Structure) dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibility, independency, dan fairness terinstitusionalisasi, sementara alokasi dana menuju pemberdayaan produktif masih terbatas oleh literasi dan fundraising digital. Sedangkan Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara lebih kuat pada level I (nilai dan budaya) dan level IV (pengelolaan dana fleksibel), tetapi masih lemah pada level II dan III karena SOP dan tata kelola kelembagaan belum terstruktur. (2) tantangan utama pada BAZNAS Kota Kendari dan Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara terutama rendahnya literasi zakat pada masyarakat, dominasi pendekatan charity, keterbatasan SDM, serta ketergantungan pada pola pendanaan yang belum fleksibel. Meskipun kedua lembaga w mengadopsi praktik tata kelola, digitalisasi, dan kemitraan strategis, implementasinya belum optimal dalam mendorong pemberdayaan berkelanjutan. Sehingga perlu adanya penguatan literasi publik, profesionalisme kelembagaan, diversifikasi pendanaan, serta penguatan kolaborasi dan sistem manajemen yang terintegrasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kerangka analisis transformasi filantropi islam berbasis level kelembagaan dalam konteks lokal, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi penguatan profesionalisasi lembaga, diversifikasi pendanaan, optimalisasi digitalisasi, dan pengembangan kolaborasi strategis guna mendorong filantropi Islam yang berorientasi pada pemberdayaan berkelanjutan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By