Modus Operandi dan Penegakan Hukum oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Kasus Pembobolan Rekening Bank Melalui Sistem Elektronik
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dalam sektor perbankan menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi, namun juga menimbulkan kerentanan terhadap tindak pidana siber, khususnya pembobolan rekening bank melalui sistem elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji modus operandi yang digunakan pelaku dalam melakukan akses ilegal terhadap rekening bank nasabah, serta menganalisis peran Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta dalam upaya pencegahan dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan sosiologis, melalui studi pustaka, wawancara, serta analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku menggunakan berbagai modus operandi seperti phishing, malware, SIM swap fraud, dan social engineering, yang memanfaatkan kelemahan sistem keamanan perbankan maupun kelengahan nasabah. Dari sisi hukum, kasus ini diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-Undang Perbankan yang menegaskan tanggung jawab bank dalam memberikan perlindungan dan ganti rugi atas kerugian nasabah. Sementara itu, Kepolisian DIY berperan strategis melalui langkah preventif berupa edukasi literasi digital dan peningkatan kapasitas teknologi kepolisian, serta langkah represif melalui penyelidikan dan penindakan hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanggulangan pembobolan rekening bank elektronik memerlukan sinergi berkelanjutan antara bank, aparat penegak hukum, regulator, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem perbankan digital yang aman dan terpercaya.