<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penilaian Kerentanan Bangunan Rumah Warga dan Analisis Kesiapsiagaan Warga Terhadap Bencana Gempa Bumi

dc.Identifier.NIM22914038
dc.contributor.authorSuma, Adewiya F
dc.date.accessioned2024-10-15T04:08:51Z
dc.date.available2024-10-15T04:08:51Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractData menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat kegempaan tertinggi di dunia; tingkat kegempaan di Indonesia lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan dengan Amerika Serikat (Arnold, 1986). Salah satu provinsi Indonesia yang pernah mengalami gempa besar adalah Daerah Istimewa Yogyakarta Pada tanggal 27 Mei 2006 pukul 05.53 WIB dengan kedalaman 11,3 km dan berkekuatan 6.3 SR. Gempa bumi yang dahsyat itu menewaskan 4.674 orang dan merusak 370.776 rumah dan fasilitas umum. 96.730 rumah rata dengan tanah, 117.075 rumah mengalami kerusakan berat, dan 156.971 rumah mengalami kerusakan tingkat ringan. Salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya korban jiwa yakni struktur bangunan rumah yang tidak sesuai standar bangunan tahan gempa serta kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kerentanan bangunan rumah warga dengan menggunakan aplikasi ACeBS dan analisis kesiapsiagaan warga terhadap bencana gempa bumi pada 3 daerah penelitian dengan tingkat ancaman wilayah yang berbeda – beda. Adapun lokasi penelitian yakni pada RT.43/RW 12 Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta dengan ancaman tinggi, RT.38/ RW.09 Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta dengan ancaman sedang, dan RT.09/RW.03 Kelurahan Baciro. Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta dengan ancaman rendah, di Daerah Istimewah Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh hasil evaluasi kerentanan pada Rt 43/ Rw 12 Kelurahan Muja Muju memiliki hasil sebesar 47% bangunan dengan kerentanan tingkat tinggi, 33% bangunan dengan tingkat kerentanan sedang dan 20% bangunan dengan kerentanan tingkat rendah. Lalu evaluasi kerentanan bangunan pada Rt 38/ Rw 09 Kelurahan Warungboto memiliki hasil sebesar 47% bangunan dengan kerentanan tingkat rendah, 33% bangunan dengan tingkat kerentanan sedan dan 20% bangunan dengan tingkat tinggi. Sedangkan evaluasi pada Rt 09/ Rw 03 Kelurahan Baciro didapatkan hasil sebesar 53% bangunan dengan kerentanan tingkat sedang, 27% bangunan dengan tingkat kerentanan rendah dan 20% bangunan dengan kerentanan tingkat tinggi. Adapun untuk hasil analisis terkait tingkat kesiapsiagaan warga terhadap bencana gempa bumi pada Rt 43/ Rw 12 Kelurahan Muja Muju memiliki indeks keseluruhan kesiapsiagaan sebesar 46,0 dan masuk dalam kategori kurang siap. Pada Rt 38/ Rw 09 Kelurahan Warungboto memiliki indeks keseluruhan kesiapsiagaan sebesar 39,1 dan masuk dalam kategori belum siap. Kemudian pada Rt 09/ Rw 03 Kelurahan Baciro memiliki indeks keseluruhan kesiapsiagaan sebesar 40,4 dan masuk dalam kategori kurang siap.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/52391
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectACeBSen_US
dc.subjectKerentananen_US
dc.subjectGempa Bumien_US
dc.subjectKesiapsiagaanen_US
dc.subjectBangunan Rumahen_US
dc.titlePenilaian Kerentanan Bangunan Rumah Warga dan Analisis Kesiapsiagaan Warga Terhadap Bencana Gempa Bumien_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22914038.pdf
Size:
8.06 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: