Hubungan Masyarakat di Pondok Pesantren (Studi tentang Humas Kaitannya dengan Pengembangan Pendidikan di Pondok Pesantren Tremas Pacitan)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pondok Pesantren dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan mereka saling membutuhkan. Untuk menjembatani antara Pondok Pesantren dengan masyarakat maka diperlukan manajemen tentang hubungan masyarakat di Pondok Pesantren, sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak. Jika hubungan masyarakat ini tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi hubungan yang kurang harmonis antara pondok Pesantren dengan masyarakat. Berdasarkan pada pernyataan di atas, untuk itu penelitian ini diberi judul "Hubungan Masyarakat di Pondok Pesantren (Studi Tentang Humas Kaitannya Dengan Pengembangan Pendidikan di Pondok Pesantren Tremas Pacitan)". Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan manajemen Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren, kendala-kendala/ hambatan-hambatan dalam pengembangan hubungan masyarakat serta dukungan yang rendah dari masyarakat terhadap kegiatan Pondok Pesantren Tremas Pacitan yang tentunya sangat berpengaruh terhadap pengembangan pendidikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didesain dengan studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun pemilihan informan dilakukan secara purposif dipadukan snowball sampling. Untuk mendapatkan kevalidan dan keshahihan data penulis menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Selanjutnya data dianalisis secara interaktif dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan hubungan masyarakat sangat berpengaruh untuk meningkatkan komunikasi antara Pondok Pesantren dengan masyarakat, sehingga ada hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak, tetapi itu kurang dilkukan oleh Pondok Pesantren Tremas dan Pesantren hanya memfokuskan pada kegiatan yang ada di dalam pondok daripada kegiatan yang ada di luar pesantren (masyarakat). Disini Pesantren Tremas telah memposisikan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang bersifat birokratis daripada sebagai lembaga kemasyarakatan. Itu menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Tremas menciptakan pembirokrasian Pesantren.