Tantangan dan Efek Samping Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Sleman
| dc.Identifier.NIM | 21613288 | |
| dc.contributor.author | Lestari, Intan Sukma | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-07T05:22:48Z | |
| dc.date.available | 2026-05-07T05:22:48Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di dunia. Pengobatan ini menggunakan obat antituberkulosis kombinasi dosis tetap (OAT-KDT) memiliki regimen yang kompleks dan jangka waktu lama. Kompleksitas terapi tersebut menimbulkan tantangan dan efek samping terhadap keberhasilan pengobatan pada pasien TB. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien, profil pengobatan, tantangan yang dihadapi selama pengobatan, serta efek samping obat pada pasien di Puskesmas Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross- sectional pada pasien terdiagnosis TB. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan rekam medis. Analisis data meliputi analisis deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman-Rank dan regresi Backward LR untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dan kejadian efek samping obat. Hasil: Pasien TB didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (67,0%) dan berada pada usia produktif (85,4%), dengan status gizi normal (47,6%), tingkat pendidikan tinggi (56,3%), serta pendapatan <1jt (45,6%). Karakteristik pasien juga didominasi oleh kasus TB paru (91,3%), tanpa komorbiditas (91,3%), tidak memiliki PMO (82,5%), serta kepatuhan minum obat yang tinggi (100%), meskipun (38,8%) pernah lupa mengonsumsi obat. Mayoritas pasien menerima OAT kategori 1 sesuai pedoman nasional. Tantangan pengobatan terutama berasal dari domain klinis, yaitu durasi terapi (34%), jumlah obat (33%), dan kekhawatiran efek samping (28,2%). Efek samping OAT umumnya bersifat ringan, yaitu perubahan warna kemerahahan pada urine (78,6%). Kesimpulan: Analisis bivariat tidak menunjukkan hubungan bermakna antara karakteristik responden dan kejadian efek samping obat, sementara analisis multivariat (Backward LR) mengidentifikasi riwayat alergi sebagai satu-satunya prediktor potensial efek samping obat. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/62159 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Tuberkulosis | en_US |
| dc.subject | Tantangan Pengobatan | en_US |
| dc.subject | Efek Samping OAT | en_US |
| dc.subject | Puskesmas | en_US |
| dc.title | Tantangan dan Efek Samping Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Sleman | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |