<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis dan Perbaikan Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control dan 5W+1H di Section Metal Machining

dc.Identifier.NIM22522057
dc.contributor.authorGunawan, Azita Salsabiela
dc.date.accessioned2026-04-14T02:32:39Z
dc.date.available2026-04-14T02:32:39Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan industri manufaktur, khususnya pada aktivitas kerja di section metal machining yang melibatkan pengoperasian mesin dan peralatan berisiko tinggi. Section metal machining memiliki potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan analisis dan perbaikan risiko kecelakaan kerja secara sistematis guna mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperbaiki potensi bahaya dan tingkat risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya pada mesin-mesin produksi, yaitu tidak dilengkapi penggunaan push stick, penerapan standar pakaian kerja dan proses deburring otomatis, penambahan dust collector, postur tubuh yang tidak alami, serta pemasangan penjepit otomatis, shield transparan, noise barrier, tool rest, guard, peringatan “hot surface”, dan peredam getaran. Tingkat risiko kecelakaan kerja, yaitu risiko amputasi (high = 12), gegar otak (high = 12), luka sayat (high = 12), luka tusuk (high = 12), luka abrasi (high = 12), patah tulang (high = 10), luka sobek (high = 10), memar (med = 9), luka bakar (med = 8), iritasi mata (med = 8), gangguan pendengaran (med = 6), batuk (med = 6), kelelahan (med = 6), melepuh (med = 6), dan nyeri otot (med = 6). Rekomendasi perbaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah penggunaan push stick dan meja kerja adjustable, penerapan standar pakaian kerja dan proses deburring otomatis, penambahan dust collector, serta pemasangan penjepit otomatis, shield transparan, noise barrier, tool rest, guard, peringatan “hot surface”, dan peredam getaran.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/61487
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKeselamatan dan Kesehatan Kerjaen_US
dc.subjectHIRARCen_US
dc.subject5W+1Hen_US
dc.subjectMetal Machiningen_US
dc.titleAnalisis dan Perbaikan Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control dan 5W+1H di Section Metal Machiningen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22522057.pdf
Size:
2.09 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: