Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerjaan Pemasangan Kabel Fiber Optik Icon+ Dengan Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (Hiradc) dan Job Safety Analysis (Jsa) Di PT. XYZ
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dalam setiap pekerjaan faktor keselamatan kerja adalah hal yang penting. Diperlukan adanya keselamatan dan Kesehatan kerja untuk mengendalikan risiko yang terkait dengan aktivitas kerja sehingga pekerjaan dapat dikategorikan aman atau tidak. Dengan analisis sestem K3 dapat menguraikan tingkat risiko K3 dang pengendalian risiko terkait aktivitas kerja. Pada Pekerja dari pekerjaan pemasangan kabel fiber optic Icon Plus masih masih menganggap sepele dengan kecelakaan yang ada dalam pekerjaan tersebut. Berdasarkan hasil dari wawancara terhadap pekerja, Pekerjaan pemasangan fiber optik Icon Plus mempunyai 17 risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu manajemen untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi mulai dari faktor manusia hingga lingkungan pekerjaan dengan menggunakana metode HIRADC dan JSA. Berdasarkan analisis perhitungan penilaian risiko diperoleh sebanyak 5 jenis pekerjaan diperoleh hasil sebanyak 3 risiko ekstrim dengan persentase bahaya sebanyak 17,7%, 4 risiko tinggi dengan persentase bahaya sebanyak 23,5%, 6 risiko sedang dengan persentase bahaya sebanyak 35,3%, dan 4 risiko rendah dengan persentase bahaya sebanyak 23,5%. Berdasarkan penilaian risiko dari masing-masing kegiatan pada proses pekerjaan kabel pemasangan fiber optic icon plus, didapatkan 2 jenis pekerjaan pada kegiatan penanaman tiang dan pemasangan material yang memiliki kategori tingkat risiko ekstrim. Dengan itu akan di lakukan tindakan lebih lanjut untuk membantu menemuka upaya pengendalian terhadap risiko pekerjaan yang memiliki tingkat risiko ekstrim dengan menggunakan metode JSA. Upaya Pengendalian yang dilakukan seperti tangan terluka akibat alat dan material kerja yaitu bisa menggunakan sarung tangan yang layak pakai, pekerja mengenakan sabuk pengaman ketika bekerja di ketinggian tertentu sesuai dengan peraturan pekerjaan, mengenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan benar, memberikan peyuluhan dan pelatihan K3 terhadap tenaga kerja yang akan bekerja. Beberapa risiko bahaya masih ada yang berada pada kategori tingkat sedang setelah pengendalian yang dilakukan