<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Menentukan Nilai Mark-Up Untuk Mendapatkan Harga Penawaran Dengan Bahasa Pemrograman Delphi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kebutuhan lahan untuk pembangunan terus bertambah sedangkan lahan baru yang tersedia sudah mulai sulit untuk diperoleh karena pesatnya pembangunan yang terjadi, kadangkala pembangunan baru lerpaksa barus dilakukan pada tanah yang lunak, padahal tanah tersebut tidak memenuhi kualitas tanah yang disyaratkan, sehingga terpaksa harus diperbaiki terlebih dahulu, baik dengan cara distabilisasi atau diperkuat. Penelitian mengenai peningkatan kuat dukung tanah lempung dan analisisnya terhadap tebal perkerasan Dusun Bayanan ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah JTS FTSP, Universitas Islam Indonesia. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah semua alat yang tersedia di laboratorium sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini mengenai perbatkan tanah dengan cara dtperkuat dengan bahan geotekstil jenis woven, dengan variasi lapisan 1, 2 dan 3 lapisan. Sampel tanah dibuat dalam keadaan kering. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanik tanah lempung. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian CBR (California Bearing Ratio) dan pengujian Tekan Bebas,. Untuk analisis terhadap nilai tebal perkerasan yang akan didapat dttentukan dari grafik tebal perkerasan. Dari hasil penelitian, tanah Bayanan tergolong kedalam tanah lempung berlanau, dengan berat jenis 2,52, batas cair 54,03%, batas plastis 37,34%, batas susul 24,86% dan IP 16,69%,. Pada uji CBR (California Bearing Ratio), tanah asli yang telah mengalami perkuatan dengan geotekstil, mengalami peningkatan parameter mekanis terjadi kenaikan nilai CBR tanah secara maksimum sebesar 21,92%, dan tanah asli. Pada Up Kuat Tekan Bebas, tanah asli yang telah mengalami perkuatan dengan geotekstil, mengalami peningkatan parameter mekanis terjadi kenaikan nilai kohesi tanah secara maksimum pada penggunaan 3 lapis geotekstil 0,944kg cm² alau sebesar 30,56% dari tanah asli. Untuk nilai sudut geser dalamnya juga mengalami peningkatan pada penggunaan 3 lapis geotekstil 3H,34° alau sebesar 51,31% dari tanah asli dan untuk nilai qu pada penggunaan 3 lapis geotekstiljuga terjadi peningkatan 3,91kg cm alau sebesar 70,74%, dari tanah asli.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By