Usulan Interval Waktu Perawatan dan Penentuan Umur Ekonomis Pada Mesin Current Transformer (CT) Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Equivalent Annual Cost (EAC) di PLN UPT Pekanbaru (Studi Kasus: PT PLN UPT Pekanbaru)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Keandalan sistem tenaga listrik merupakan elemen fundamental dalam memenuhi kebutuhan energi konsumen secara berkelanjutan. Di PLN UPT Pekanbaru, Current Transformer (CT) memegang peran krusial sebagai alat ukur dan proteksi yang harus terjaga kualitas dan keandalannya. Namun, data operasional menunjukkan pola kerusakan yang mengkhawatirkan akibat sistem pemeliharaan yang belum optimal. Empat subsistem utama CT berkontribusi signifikan terhadap downtime, dengan Current Carrying Circuit menjadi penyumbang terbesar sebesar 80%. Permasalahan ini berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar akibat biaya penggantian yang tinggi serta hilangnya potensi penjualan energi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan interval waktu perawatan Preventive yang tepat agar dapat meminimalkan risiko kerusakan dan downtime pada Current Transformer. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menentukan interval waktu perawatan preventif yang optimal pada mesin Current Transformer (CT) menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM), Menganalisis dan menentukan umur ekonomis mesin Current Transformer (CT) dengan pendekatan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC), Memberikan usulan strategi perawatan berbasis RCM dan EUAC untuk mengoptimalkan biaya pemeliharaan dan meminimalkan risiko kerugian akibat kerusakan mesin. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemeliharaan, sekaligus menekan biaya operasional yang timbul akibat kerusakan komponen. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kombinasi metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Equivalent Annual Cost (EAC). Melalui RCM, komponen-komponen kritis diidentifikasi dengan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sehingga dapat difokuskan pada perawatan dan penggantian yang paling berpengaruh terhadap keandalan sistem. Sementara itu, EAC dimanfaatkan untuk mengevaluasi umur ekonomis aset berdasarkan analisis biaya tahunan yang seragam, sehingga dapat menentukan waktu penggantian yang paling ekonomis. Hasil analisis menunjukkan bahwa data time to failure dan time to repair paling sesuai dimodelkan dengan distribusi lognormal. Berdasarkan model tersebut, interval penggantian pencegahan optimal untuk komponen Current Carrying Circuit adalah 7,55 bulan. Pendekatan ini mampu secara signifikan menekan downtime tak terencana dan menghasilkan efisiensi biaya, yang ditunjukkan dengan penurunan biaya pemeliharaan sebesar 45,64% atau penghematan sebesar Rp3.428.571. Selain itu, analisis EAC menunjukkan bahwa umur ekonomis optimal CT adalah 23 tahun dengan nilai EAC minimum sebesar Rp226.681.316. Penggunaan CT melebihi batas umur ini akan meningkatkan biaya tahunan secara signifikan, sehingga keputusan penggantian tepat waktu sangat diperlukan.