<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perencanaan Ulang dengan Pondasi Tiang Bor Pada Bangunan Gedung Fakultas Ilmu Komputer dengan Variasi Dimensi Menggunakan Metode Reese & wright (1977)

dc.Identifier.NIM17511063
dc.contributor.authorSa’da, Silva Nuraini
dc.date.accessioned2025-07-21T03:35:20Z
dc.date.available2025-07-21T03:35:20Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractPenurunan pondasi secara setempat maupun merata tidak di bolehkan melebihi batas maksimal, karena melebihi batas maksimal akan terjadinya retak pada struktur hingga keruntuhan bangunan akan terjadi. perancangan struktur pada pondasi harus mempertimbangkan sifat fisik tanah seperti tekstur tanah, struktur tanah dan konsistensi tanah. Hal seperti ini berkaitan dengan kekuatan daya dukung tanah dalam menahan beban yang berkerja di atasnya. Pondasi dalam pada struktur bertingkat sering menggunakan pondasi tiang pancang dan pondasi tiang bor. Perbedan dari kedua jenis pondasi ini terletak pada pelaksanaan di lapangan. Pada penelitian ini di lakukan perencanaan kembali dengan pondasi tiang bornya menggunakan variasi dimensi, kemudian akan bandingkan kapasitas dukung pondasi exsting dengan pondasi tiang bor menggunakan metode Reese & Wright. Analisis data merupakan metode yang digunakan dalam menyederhanakan dan mempermudah pemahaman data yang telah diperoleh. Analisis yang dilakukan yaitu yang pertama dengan analisis pembebanan menggunakan bantuan aplikasi ETABS dan Microsoft Excel 2016, analisis dimulai dengan memasukkan data struktur bangunan gedung meliputi data balok, kolom, pelat, dan beban yang bekerja berupa beban mati, beban hidup serta beban gempa. Data-data tersebut akan menghasilkan gaya yang bekerja pada kolom seperti gaya aksial, gaya geser dan momen yang akan digunakan pada analisis kapasitas dukung pondasi. Analisis yang kedua yakni analisis pondasi tiang bor dengan hasil output analisis ETABS digunakan dalam mengalisis kapasitas dukung pondasi tiang bor dengan diameter 0,4 m, 0,6 m dan 0,8 m. Lalu dengan metode dan analisis tersebut diperoleh hasil, jika jenis pondasi yang aman digunakan adalah pondasi bore pile. Kesimpulan penelitian ini dimana dalam pondasi pile cap di rencanakan 3 group bor pile, 3 tiang bor pile di rencanakan karena 3 tiang tersebut memiliki tingkat keamanan yang efektif jika dilihat dari kapasitas dukung tiang kelompok sebesar 184,40 T > 130 (P) (aman), gaya aksial maksimum pada tiang 658,23 kN ≤ 702,49 ϕPn (Aman), gaya leteral kombinasi 64 dua arah 53,24 kN ≤ 684,00ϕHn (Aman) dan menghasilkan penurunan elastic tiang grup sebesar 100,20 mm. Gaya lateral pada tiang dengan 3 ukuran yang berbeda masing-masing dimana tiang dengan diameter 400 mm memiliki gaya lateral 53,24 kN ≤ ϕHn, tiang dengan diameter 600 mm memiliki gaya lateral 53,24 kN ≤ ϕHn dan tiang dengan diameter 800 mm memiliki gaya lateral 58,60 kN ≤ ϕHn. Maka dengan hasil penelitian ini gedung UMM dianggap aman menggunakan pondasi bore pile.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/57027
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBored Pileen_US
dc.subjectPondasi Tiang Boren_US
dc.subjectReese&Wrighten_US
dc.subjectKapasitas Dukungen_US
dc.titlePerencanaan Ulang dengan Pondasi Tiang Bor Pada Bangunan Gedung Fakultas Ilmu Komputer dengan Variasi Dimensi Menggunakan Metode Reese & wright (1977)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
17511063.pdf
Size:
3.18 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: