<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pendekatan Elektroensefalografi berbasis Antarmuka Otak-Komputer untuk Mengukur Tingkat Visual Height Intolerance

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup. Pada penderita Visual Height Intolerance (VHI) tempat yang tinggi merupakan pemicu timbulnya kecemasan.VHI diukur menggunakan Visual Height Intolerance Severity Scale (VHISS). Kurangnya pengujian berbasis bukti menjadikan pengukuran tersebut terasa lemah dan kurang bermakna. Penggunaan Virtual Reality (VR) dan Electroensephalography (EEG) berbasis Brain Computer Interface (BCI) patut untuk diujikan. Pengujian dilakukan dengan membaca aktifitas listrik pada otak manusia menggunakan EEG berbasis BCI saat diberikan paparan melalui VR. Proses analisis menggunakan konsep gelombang sederhana dan selanjutnya dilakukan studi korelasi menggunakan metode Spearman-rho dengan pertimbangan uji normalitas yang menghasilkan data non-parametrik. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa data biometrik EEG berbasis BCI berupa jumlah gelombang per waktu dan magnitudo memiliki hubungan yang cukup kuat dengan skala VHISS, yaitu semakin tinggi jumlah gelombang per waktu, semakin tinggi magnitudo, maka semakin tinggi skala VHISS. Evaluasi telah dilakukan dengan menguji korelasi berdasarkan demografi usia dan jenis kelamin. Hasilnya EEG berbasis BCI dan VR dapat menjadi alternatif dan bukti konkrit untuk meninjau tingkat kecemasan terhadap ketinggian selain VHISS.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By