Evaluasi Perubahan Fondasi pada Proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Sanata Dharma (Evaluation Of Foundation Changes For The Sanata Dharma University Postgraduate Building Project)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Fondasi merupakan elemen struktur bawah yang memiliki peran penting dalam konstruksi karena berfungsi menahan serta menyalurkan beban bangunan ke tanah. Pada proyek pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, desain awal yang digunakan berupa fondasi tiang bor berdiameter 0,8 meter dengan kedalaman 8 meter, dan kemudian diganti dengan fondasi tapak menerus dengan lebar 4,4 m dengan kedalaman 1 m . Dalam penelitian ini, dilakukan pengecekan terhadap kapasitas dukung dan penurunan kedua fondasi tersebut. Tujuannya adalah untuk menganalisis kinerja desain awal fondasi berupa tiang bor dan perubahan setelahnya berupa fondasi tapak Fondasi tiang bor direncanakan memiliki dua variasi pilecap, yaitu P2 dengan lebar 1,4 m, panjang 3 m, dan tinggi 1,1 m serta terdapat 2 tiang bor yang mendukungnya, sedangkan P3 digunakan lebar/panjang 2,8 m dan tinggi 1,1 m serta terdapat 3 tiang bor yang mendukungnya. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi Detail Engineering Design (DED), data uji Standard Penetration Test (SPT), Data Cone Penetration Test (CPT) serta data fondasi yang akan dianalasis. Analisis gaya dan momen struktur gedung dilakukan menggunakan program SAP2000 versi 22. Kapasitas dukung tiang bor dihitung berdasarkan data SPT dengan menggunakan metode Meyerhof dan Luciano Decourt, selain itu kapasitas dukung tiang bor juga dihitung berdasarkan data CPT dengan menggunakan metode Nottingham & Schmertmann dan Meyerhof. Sedangkan kapasitas dukung fondasi tapak menerus dihitung berdasarkan data CPT dengan metode Meyerhof. Tegangan pada kedua fondasi tersebut juga dipastikan tidak melebihi tegangan izin yang tersedia. Penurunan pada tiang tunggal dianalisis menggunakan metode Poulus dan Davis, sementara kelompok tiang dihitung dengan metode Vesic. Sedangkan penurunan fondasi tapak dianalisis menggunakan metode Meyerhof. Analisis dengan Plaxis 2D juga dilakukan untuk melihat perbandingan kapasitas dukung yang tersedia dan penurunan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis terhadap kedua jenis fondasi tersebut, diperoleh bahwa kapasitas dukung, tegangan, dan penurunan yang terjadi aman terhadap gaya dan momen bangunan yang bekerja. Dari analisis tersebut, fondasi tapak menerus memiliki kapasitas dukung yang lebih besar dan penurunan yang lebih kecil dibandingkan fondasi tiang bor.