<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Jaringan Irigasi Saluran Sedayu Selatan Di Daerah Irigasi Mataram (Evaluation of South Sedayu Irrigation Network at Mataram Irrigation Area)

Abstract

Penyediaan air untuk kebutuhan irigasi adalah salah satu upaya untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Kebutuhan pokok pangan masyarakat yang semakin meningkat tiap tahun merupakan tantangan pemerintah untuk menyediakan jaringan irigasi yang efektif dan efisien. Membangun jaringan irigasi yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan air tanaman bukanlah persoalan yang mudah. Terlebih untuk jaringan irigasi teknis dengan luas areal pelayanan lebih dari 2000 Ha. Menurunnya kinerja jaringan irigasi dapat menurunkan produktifitas pertanian. Maka dari itu perlu adanya evaluasi jaringan irigasi terhadap jaringan-jaringan irigasi yang sudah ada untuk menjaga kinerja jaringan irigasi efektif dan efisien untuk pemenuhan penyediaan air untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Di Saluran Sekunder Sedayu Selatan yang merupakan hilir dari Jaringan Irigasi Van Der Wijck terdapat banyak persoalan mulai dari ketidakpatuhan petani dengan kalender tanam yang ditetapkan pemerintah, kurang meratanya distribusi air hingga kerusakan-kerusakan di sepanjang saluran irigasi. Saluran ini mempunyai panjang 8,56 km dengan areal pelayanan seluas 670,316 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk awal penyiapan lahan yang paling sesuai dengan kondisi klimatologi di lapangan dengan melakukan percobaan delapan (8) kali perhitungan NFR dengan 2 metode yaitu metode probabilitas 80% terpenuhi dan kala ulang 5 tahun metode normal. Dan kemudian dipilih nilai NFR paling kecil untuk mengetahui awal penyiapan lahan yang paling efesien untuk suplai air irigasi. Kemudian untuk mengetahui seberapa besar debit yang dibutuhkan tanaman secara teoritis dengan nilai NFR yang sudah dihitung sebelumnya. Kemudian untuk mengetahui perbandingan debit sesuai kebutuhan air tanaman dengan debit yang ada di lapangan (pengambilan data kecepatan aliran di lapangan menggunakan currentmeter) dengan verifikasi data debit terukur dari Stasiun Pengamatan Pucanganom. Dan terakhir untuk mengetahui besaran efisiensi irigasi dengan membandingkan debit yang masuk dan debit yang dialirkan untuk mengetahui kinerja penyaluran air di Saluran Sekunder Sedayu Selatan. Dari penelitian ini diketahui bahwa pola tanam yang paling baik adalah mulai dari penyiapan lahan bulan November periode I dengan pola tanam padi-padi-palawija, debit yang dibutuhkan untuk mengairi seluruh luasan daerah pelayanan Saluran Sekunder Sedayu Selatan adalah sebesar 701,480 liter/detik dengan NFR sebesar 6,490 mm/hari. Efisiensi irigasi rata-rata Saluran Sekunder Sedayu Selatan didapat sebesar 89,72%. Sedikit dibawah efisiensi yang dipersyaratkan dalm buku Kriteria Perencanaan Irigasi (KP-01, 2013) sebesar 90%. Maka saluran sekunder sedayu selatan masih tergolong baik secara efisiensi irigasi, tetapi tidak secara pemerataan distribusi air karena masih banyak ditemukan pemborosan dalam bukaan pintu ke saluran-saluran tersier di hulu saluran sekunder sedayu selatan seperti di bangunan sadap Cr.SS.1Ka, BSS.2Ka, BSS.3Ka, BSS.3Ki, BSS.5Ki, dan BSS.6Ki.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By