<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Tingkah Laku Keagamaan di SMA Negeri Tulakan Kabupaten Pacitan

dc.Identifier.NIM08913156
dc.contributor.authorAchrori
dc.date.accessioned2026-02-09T01:46:49Z
dc.date.available2026-02-09T01:46:49Z
dc.date.issued2011
dc.description.abstractPendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik. Tingkah laku keagamaan merupakan implementasi dari keimanan yang dimiliki seorang siswa. Pada kenyataannya, peserta didik setelah menyelesaikan sekolah lanjutan atas mampu mengidentifikasikan diri menjadi muslim yang baik, beriman dan bertaqwa dengan menunjukkan kualitas tingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama. Hal ini menimbulkan kesan akan keberhasilan pendidikan. Di sisi lain, banyak peserta didik yang setelah sekolah tidak mampu membaca Al-Quran dengan baik, tidak shalat dengan tertib, tidak menjalankan puasa, terlibat tawuran, kriminalitas, hamil di luar nikah dan penggunaan obat-obatan terlarang. Hal ini menunjukkan gagalnya pendidikan agama di sekolah. Guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah menjadi tumpuan untuk pembinaan tingkah laku keagamaan peserta didik. Tesis ini mendeskripsikan peran guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan tingkah laku keagamaan siswa di SMA Negeri Tulakan Kabupaten Pacitan, problema yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dan solusi yang layak ditempuh. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dicapai menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam di SMA Negeri Tulakan Kabupaten Pacitan dilakukan melalui proses pengajaran, pendidikan, pelatihan dan pembiasaan. Peran ini dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Problem yang dialami oleh guru pendidikan agama Islam dalam melakukan pembinaan tingkah laku keagamaan siswa meliputi latar belakang sosial dan pendidikan agama siswa yang heterogen, jumlah guru pendidikan agama Islam yang tidak memadai, minimnya alokasi waktu yang disediakan, orang tua siswa yang beragam latar belakang, lingkungan pendidikan yang kurang mendukung, kebijakan pemerintah dan sarana prasarana yang kurang lengkap dan belum dimanfaatkan secara optimal. Solusi yang layak ditempuh untuk mengatasi problema yang muncul dalam pembinaan tingkah laku keagamaan meliputi kerjasama antara semua guru dalam membantu siswa yang memiliki kemampuan kurang, upaya meminta guru tambahan yang sesuai kapasitasnya ke departemen yang berwenang, penambahan alokasi waktu jam pelajaran pendidikan agama Islam, pertemuan intensif antara pihak sekolah dan orang tua siswa sehingga dapat mengurangi kesenjangan latar belakang yang berbeda jauh, langkah aktif sekolah dalam menghadapi setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah, upaya untuk menyelaraskan kebijakan dengan aturan agama, dan penambahan serta pemanfaatan sarana prasarana untuk menunjang pembinaan tingkah laku keagamaan siswa.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/60401
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPeran Guruen_US
dc.subjectPendidikan Agama Islamen_US
dc.subjectTingkah Lakuen_US
dc.titlePeran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Tingkah Laku Keagamaan di SMA Negeri Tulakan Kabupaten Pacitanen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
08913156.pdf
Size:
5.28 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: