Analisis Stabilitas Lereng Timbunan dengan Perkuatan Dinding Penahan Tanah Kantilever menggunakan Program Plaxis 8.6 (Studi Kasus: Proyek Jalan Ruas Tawang-ngalang Segmen V Sta 8+400, Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada tahun 2021, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan pembangunan ruas jalan Tawang-Ngalang. Ruas jalan ini merupakan jalan akses yang menghubungkan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Gunungkidul sebagai upaya peningkatan kapasitas karena saat ini lalu lintas sangat padat dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Pada penelitian ini akan menganalisis stabilitas terhadap lereng asli dan lereng yang telah diberi perkuatan dinding penahan tanah tipe kantilever pada ruas jalan Tawang-Ngalang yang terletak di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul tepatnya di segmen V Sta 8+400 agar dapat mengetahui potensi keruntuhan yang terjadi pada lereng tersebut. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah analisis perhitungan manual dengan metode Fellenius pada lereng asli, analisis dengan program perangkat lunak Plaxis 8.6 pada lereng asli dan lereng diperkuat dinding penahan tanah kantilever, dan perhitungan manual dengan metode Rankine untuk menghitung stabilitas terhadap penggulingan, stabilitas terhadap pergeseran, dan daya dukung tanah terhadap runtuh pada lereng yang diperkuat dinding penahan tanah kantilever. Tujuan dari dilakukannya analisis tersebut adalah untuk mengetahui angka aman (Safety Factor), serta mengetahui besar penurunan yang terjadi pada lereng asli dan lereng dengan perkuatan dinding penahan tanah kantilever pada lereng Ruas Jalan Tawang-Ngalang V Gunungkidul. Hasil dari analisis menggunakan program Plaxis 8.6 terhadap lereng asli diperoleh nilai angka aman (SF) tanpa gempa sebesar 1,0970 dan dengan beban gempa sebesar 0,9348. Sedangkan hasil dari perhitungan manual dengan metode Fellenius diperoleh nilai SF tanpa gempa sebesar 1,0427. Untuk lereng dengan perkuatan dinding penahan tanah tipe kantilever diperoleh nilai SF tanpa beban gempa sebesar 1,4702 dan dengan beban gempa sebesar 1,4694. Untuk perilaku penurunan yang terjadi pada lereng asli tanpa beban gempa diperoleh sebesar 0,01191 m dan dengan beban gempa sebesar 0,01575 m. Untuk lereng dengan perkuatan dinding penahan tanah kantilever tanpa beban gempa sebesar 0,00695 m dan dengan beban gempa sebesar 0,0958 m. Hasil perbandingan yang diperoleh dari analisis stabilitas terhadap lereng asli dan lereng yang telah diberi perkuatan dinding penahan tanah tipe kantilever dengan menggunakan Plaxis 8.6 adalah angka aman (SF) pada lereng asli tanpa gempa dan dengan beban gempa disimpulkan lereng kritis dan labil karena keduanya diperoleh SF < 1,25. Kemudian untuk lereng dengan perkuatan dinding penahan tanah kantilever tanpa gempa dan dengan gempa disimpulkan lereng relatif stabil karena keduanya diperoleh SF > 1,25. Untuk perbandingan besar penurunan pada lereng asli tanpa beban gempa dan dengan beban gempa didapatkan peningkatan penurunan pada lereng dengan perkuatan dinding penahan tanah kantilever.