<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Pencegahan Kecelakaan Kerja untuk Pekerjaan Pondasi Bored Pile pada Proyek Bangunan Gedung Bertingkat Rendah (Studi Kasus : Pembangunan Gedung PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu))

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti kelalaian individu, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak sesuai, serta lemahnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan kecelakaan kerja pada pekerjaan pondasi bored pile dalam proyek pembangunan gedung bertingkat rendah dengan mengambil studi kasus pada proyek yang berlokasi di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan penyebaran kuesioner sebagai data primer, serta catatan, buku, dan dokumen resmi sebagai data sekunder. Analisis risiko dilakukan berdasarkan tingkat kemungkinan (frekuensi) dan tingkat keparahan (severity) dari setiap potensi bahaya untuk menentukan klasifikasi respons risiko yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan pekerjaan memiliki satu atau lebih potensi risiko yang dapat membahayakan pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi proyek. Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja. Berdasarkan analisis terhadap 21 risiko yang teridentifikasi, tidak ditemukan respons risiko berupa penghindaran (avoidance) (0%), sedangkan respons risiko berupa pengalihan (transfer) sebesar 23,81%, mitigasi (mitigation) sebesar 57,14%, dan penerimaan (acceptance) sebesar 19,05%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi mitigasi merupakan respons risiko yang paling dominan dalam upaya mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para praktisi konstruksi dalam memperkuat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), khususnya pada proyek pembangunan gedung bertingkat rendah, sehingga dapat mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By