Pengaruh Promosi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Influencer, dan Gaya Hidup Berbelanja Terhadap Pembelian Online Secara Spontan Pada Produk Pakaian dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderating (studi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam UII)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pakaian merupakan kebutuhan primer manusia, namun seiring berkembangnya zaman fungsi dari pakaian bertambah, bukan hanya sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai gaya keseharian, identitas pribadi, hingga idealisme pemakainya. Begitu pula dengan kegiatan berbelanja yang pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini sudah beralih menjadi gaya hidup, sehingga menimbulkan pembelian secara impulsif, ditambah dengan kemudahan yang ditawarkan, promosi yang menarik seperti promosi besar-besaran pada harbolnas, hingga review oleh influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi harbolnas, influencer dan gaya hidup berbelanja terhadap perilaku pembelian secara impulsif atau spontan produk pakaian pada mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, serta peran religiusitas dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 112 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling yaitu mahasiswa S1 FIAI UII angkatan 2020 – 2023 yang pernah melakukan pembelian online secara spontan pada produk pakaian. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi linear berganda dan moderrated regression analysis (MRA) menggunakan aplikasi SPSS Statistcs 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Promosi harbolnas, influencer, dan gaya hidup berbelanja secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap perilaku pembelian online secara spontan produk pakaian pada mahasiswa FIAI UII. Variabel religiusitas secara parsial berpengaruh negatif terhadap perilaku pembelian online secara spontan pada produk pakaian. Namun, religiusitas tidak signifikan memoderasi hubungan antar variabel independen terhadap variabel dependen. Sehingga religiusitas dikategorikan sebagai predictor moderator.