<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Composting Humanure dengan Penambahan Daun - Daunan Kering (Dry Leaves)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pcngomposan Humanure merupakan salah satu tindakan preventif terhadap kerusakan alam dengan prinsip "dari alam kembali ke alam" tanpa menimbulkan pencemaran. Karena sesungguhnya manusia hidup di alam dari alam, maka manusia memiliki kewajiban dan tanggunt jawab untuk mengembalikan apa yang diperoleh dari alam agar kembali seperti semula. dalam rangka membantu proses remediasi alam. Membantu proses remediasi alam berarti menccgah bencana sebagai akibat kerusakan alam. Pcnelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos humanure dari keempat variasi dengan mengamati karakteristik kompos. Proses pengomposan diawali dengan proses pengumpulan humanure. pencampuran. penyimpanan campuran di rumah kaca serta pembalikan campuran yang disertai pengukuran suhu dan pH yang dilakukan setiap 3 hari sekali sampai hari ke-49 untuk setiap variasi kemudian pengukuran C/N rasio dan % BO yang mana dilakukan diawal. pertengahan dan akhir proses penelitian. sedangkan untuk pengujian N. P dan K dilakukan diakhir proses pengomposan (akhir penelitian). sehingga dengan begitu dapat diketahui variasi mana yang memiliki komposisi bahan yang paling baik untuk dapat diaplikasikan serta memiliki waktu lebih singkat "untuk mencapai tingkat kematangan. Penentuan kualitas kompos humanure mengacu pada Standar Kualitas Kompos yaitu SNI 19-7030-2004 dalam rangka pengaturan mutu produk kompos sehingga dapat melindungi konsumen dan mencegah pencemaran lingkungan. Dimana standar ini juga dapat digunakan sebagai acuan bagi produsen kompos dalam memproduksi kompos. Pada penelitian ini kompos humanure variasi III dengan komposisi tinja 33%. tanah biasa 50% dan daun-daunan kering 15% merupakan variasi terbaik dengan C/N rasio yang memenuhi standar SNI 19-7030-2004 (10-20) yaitu 15.29 sehingga nutrisi tanaman akan mudah diserap tanaman. Variasi III juga memiliki waktu kematangan tercepat yaitu 25 hari (pertengahan proses penelitian).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By