<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Efektifitas Kinerja Kepala Madrasah terhadap Prestasi Kerja Guru di MI Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek

Loading...
Thumbnail Image

Date

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya program pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yang kurang dipahami oleh para kepala sekolah yang berada di /MI Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek yang melibatkan gaya kepemimpinan dan efektifitas kinerjanya dan tentunya berpengaruh terhadap prestsi kerja guru. Sampel yang digunakan adalah 50 orang guru yang mewakili populasi (para guru) yang berada di MI Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Dengan menggunakan metode analisis korelasi dan analisis regresi. Berdasarkan hasil analisis korelasi terbukti bahwa variabel gaya kepemimpinan konsultatif (X), sebesar 0,770, gaya kepemimpinan delegatif (X 2), sebesar 0,696, gaya kepemimpinan instruktif (X3), sebesar 0,681, gaya kepemimpinan partisipatif (X4), sebesar 0,743, sedangkan efektifitas kinerja kepala madrasah faktor input (Xs), sebesar 0,502, faktor proses (X), sebesar 0,515, faktor output (X7), sebesar 0,549, mempunyai hubungan pengaruh yang sangat signifikan terhadap prestasi kerja guru (Y) hingga tingkat kepercayaan 99% atau signifikansi 0,01. Berdasarkan analisis koefisien determinasi ketujuh variabel bebas tersebut mampu menjelaskan prestasi kerja guru dalam model regresi secara simultan sebesar 79,6% sedangkan sisanya yang 20,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, semisal insentif, tempat kerja, keamanan dan lain-lain. Berdasarkan uji variansi prestasi kerja guru yang dapat dijelaskan oleh variansi nilai gaya kepemimpinan efektifitas kinerja gaya kepemimpinan kepala madrasah nilai kritis dalam distribusi F dengan tingkat signifikan a 0,005 dan df (6:43: 0,05)= 2,25 nilai f hitung 27,888 maka keputusan f hitung 27,888 > dari F (6:43: 0,05) = 2,25. Jadi variansi perubahan nilai variabel terikat dapat dijelaskan oleh variansi perubahan nilai semua variabel bebas. Berdasarkan analisis regresi dijelaskan bahwa setiap kenaikan satu tingkatan pada gaya kepemimpinan konsultatif (X1) akan meningkat prestsi kerja guru sebesar 0,246, setiap kenaikan satu tingkatan gaya kepemimpinan delegatif (X2) akar. meningkatkan prestsi kerja guru sebesar 0,147, setiap kenaikan satu tingkatan gaya kepemimpinan instruktif (X3) akan meningkatkan prestsi kerja guru sebesar 0,213, setiap kenaikan satu tingkatan gaya kepemimpinan partisipatif (X4) akan meningkatkan prestasi kerja guru sebesar 0,272, setiap kenaikan satu tingkatan pada faktor input (Xs) akan menurunkan prestasi kerja guru sebesar 0,006, setiap kenaikan satu tingkatan pada faktor (X) akan menurunkan prestasi kerja guru sebesar 0,063, setiap kenaikan satu tingkatan pada faktor outpu (X7) akan menurunkan prestsi kerja guru sebesar 0,079. ini berarti secara parsial gaya kepemimpinan dan efektifitas kinerja kepala madrasah tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja guru. Sesuai hasil temuan tersebut maka untuk meningkat prestasi kerja guru kwalitas gaya kepemimpinan kepala madrasah harus ditingkatkan sedangkan kekurangan yang berada pada efektifitas keinerja kepala madrasah harus segera ditutup dan dilengkapi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By