<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Faktor-Faktor Penentu Pembiayaan di Bank Syariah: Aplikasi Model Vector Error Correction

Loading...
Thumbnail Image

Date

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Di Indonesia saat ini, perbankan syariah telah mengalami pertumbuhan yang cukup pesat hal tersebut dikarenakan adanya dukungan dari otoritas moneter. Sebagai sebuah lembaga keuangan and financial intermediation bank memiliki fungsi utama menghimpun dana dari masyarakat surplus dan selanjutnya dana tersebut dialokasikan atau disalurkan lagi kepada masyarakat deficit (masyarakat yang memerlukan pembiayaan dari bank. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor penentu pembiayaan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Pendekatan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sumber data yang digunakan berupa data sekunder yaitu laporan keuangan bulanan Bank Syariah Indonesia (BSI), laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan bulanan Bank Syariah Indonesia, laporan Badan Pusat Statistik dan laporan Otoritas Jasa Keuangan dari bulan September 2016 sampai Desember 2020. Metode analisis data yang digunakan yaitu Analisis Vector Error Correction Model (VECM) untuk melihat pengaruh jangka panjang dan respon terhadap guncangan (shock) yang terjadi pada variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPK berpengaruh positif jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pembiayaan, ROA tidak berpengaruh terhadap pembiayaan, NPF berpengaruh negatif jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pembiayaan, SBIS berpengaruh negatif jangka panjang terhadap pembiayaan. PDB berpengaruh positif jangka panjang terhadap pembiayaan. Saat terjadi shock atau guncangan respon DPK dan ROA masih sangat fluktiatif (naik turun) dalam jangka panjang. Sedangkan NPF dan PDB juga terjadi fluktiatif dalam jangka panjang dan direspon permanen negatif oleh pembiayaan. Sedangkan SBIS untuk SBIS juga terjadi fluktiatif (naik turun) dalam jangka panjang dan direspon permanen negatif oleh pembiayaan. Untuk jangka pendek DPK direspon permanen positif oleh pembiayaan. Sedangkan NPF direspon permanen negatif oleh pembiayaan

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By